SAMPANG, koranmadura.com – Usai meninjau lokasi insiden pembakaran Mapolsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu, 22 Mei 2019, pukul 22.00 wib. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh aparat kepolisian.
“Kami tetap menyerahkan proses penanganan kasus pembakaran ini kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Bahkan untuk menghindari insiden tersebut terjadi lagi di Sampang, Khofifah mengimbau masyarakat Sampang khususnya agar di penghujung ramadan untuk memaksimalkan nilai ibadah.
“Biasanya 10 hari terakhir ramadan, kita maksimalkan itikaf, tadarus dan maksimalkan seluruh ibadah di bulan ramadan supaya memperoleh kekhusuan dan pahala,” ungkapnya.
Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku akan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Bahkan pihaknya menegaskan telah mengantongi identitas pelaku pembakaran Mapolsek Tambelangan. Dalam insiden itu pula, ditemukan sebanyak 30 bom molotov di luar pagar Mapolsek.
“Kami akan proses sesuai aturan yang berlaku. Dan kasus ini kami ambil alih, nanti pelaku akan kami periksa di Surabaya,” tegasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)