PAMEKASAN, koranmadura.com – Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Abdiyati mengatakan, harga kebutuhan pokok di Pamekasan rawan naik menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H.
“Biasanya, kenaikan sembako ini ulah pedagang nakal yang memanfaatkan momentum lebaran,” kata Abdiyati, Sabtu, 25 Mei 2019.
Namun, kata dia, masyarakat Pamekasan tidak perlu khawatir, karena pemerintah saat ini sudah mempunyai langkah menekan harga yang naik secara tiba-taba.
“Langkah kami yaitu operasi pasar agar harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ungkapnya.
Operasi pasar ini juga pernah dilakukan menjelang bula Ramadan, waktu itu, terdapat sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan drastis, salah satunya bawang putih yang tembus Rp 70.000 per kilogram.
“Kenaikan itu ulang pedagang nakal, setelah kami melakukan operasi pasar mampu menekan harga bawang putih ke angka 25 ribu per kilogram,” jelasnya.
Saat operasi pasar, lanjut dia menjelaskan, pemerintah melakukan intervensi kepada pedagang guna menekan kenaikan harga sembako yang dimainkan.
“Intervensi ini perlu kembali dilakukan jika menjelang lebaran sembako mengalami kenaikan,” pungkasnya.(RIDWAN/SOE/VEM)