BANGKALAN, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan, Madura, Jawa TImur takkan segan-segan menindak tegas jika aksi balapan liar dan trek-trekan muncul selama bulan Ramadan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasatlantas Bangkalan, AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro. Menurutnya, balapan liar yang biasa digelar sembari menunggu buka puasa tiba ini dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
“Patroli dilakukan oleh kami untuk memantau adanya balapan liar, karena itu akan meresahkan masyarakat pengguna jalan raya,” Kata Danu, sapaan akrab AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro, Sabtu, 18 Mei 2019.
Pihaknya pun takkan menoleransi jika mereka tetap menggelar balap liar. Selain dibubarkan, pihak kepolisian juga bakal menilang kepada para pengedara yang motornya dimodifikasi dengan suara-suara yang keras yang akan menimbulkan keresahan masyarakat.
“Untuk menjaga khidmatnya bulan Ramadan ini, kami akan melakukan tindakan-tindakan kepada para pengendara yang menggunakan knalpot racing,” tuturnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pencinta motor otomotif agar dimodifikasi dengan standar yang tidak menimbulkan bunyi-bunyi keras sehingga mengganggu ketenangan masyarakat yang ingin berbuka puasa dan salah tarawih.
“Kepada pencinta motor otomotif agar dimodifikasi dengan aturan yang ada, seperti suara kenalpot yang meraung, itu mengganggu masyarakat yang ingin berbuka puasa dan salat tarawih,” imbaunya. (MAIL/SOE/VEM)