SUMENEP, koranmadura.com – Rusaknya sejumlah fasilitas di Monumen Bronco atau Monumen Halim Perdana Kusuma (Haperkus) di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur membuat Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan, Sumenep angkat bicara.
Baca: Kondisi Monumen Bronco di Sumenep, Kotor dan Patung Kuda Rusak
Sustono mengatakan, untuk anggaran pemeliharaan tidak terakomodir di APBD murni 2019. Kendati begitu, Sustono akan memperjuangkan agar pemeliharaan ada anggaran untuk pemeliharaan tahun ini.
“Upaya pemeliharaan terhadap monumen Haperkus untuk tahun ini akan direncanakan pada perubahan anggaran kegiatan,” kata pria yang saat ini menjabat Sekretaris Dewan itu.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga pembangunan itu. Sehingga ke depan tetap terpelihara. “Yang perlu sesungguhnya ikut partisipasinya masyarakat dalam menjaga, sehingga terawat,” tegasnya.
Monumen Haperkus dibangun pada tahun 2015 lalu. Informasinya, pembangunan itu dibiayai melaui CSR salah satu perbankan di Sumenep. Sayangnya, yang awalnya sangat mewah, saat ini menjadi kumuh.
Bahkan tiang lampu sebagai penerang sudah hilang. Dipastikan saat malam hari kondisi di sekitar monumen gelap gulita. Patung kuda yang berada di empat sisi di bawah pesat yang pernah dijadikan alat tempur itu rusak semua. Maklum, kondisi itu terjadi karena perhatian pemerintah dianggap kurang maksimal. Sehingga tidak dirawat.
“Kami sangat menyayangkan, karena pembangunan monumen itu perlu anggaran yang cukup banyak. Selain itu, pesawat yang diletakan itu merupakan pesawat bersejarah yang perlu dipelihara,” kata Moh. Ramzi, Anggota Komisi III DPRD Sumenep,
Sekadar diketahui, pesawat Jenis OV-10 Bronco adalah sebuah pesawat militer ringan berbaling-baling dengan mesin turboprop ganda sayap tinggi (high wing) buatan North American Rockwell sebagai pesawat serang ringan dan pesawat angkut ringan.
Pesawat bermesin turboprop ini dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai pesawat khusus untuk pertempuran COIN (COunter-INsurgency) atau anti-gerilya. Pesawat itu didatangkan dari Malang dan ditempatkan di sebelah utara Bandar Udara Trunojoyo Sumenep.
Walaupun memiliki sayap tetap, kemampuannya mirip dengan kemampuan helikopter serbu berat yang cepat, mampu terbang jarak jauh. Pesawat ini dulu merupakan pesawat andalan TNI AU, dan pernah dioperasikan TNI AU dalam oerasi Seroja Timtim tahun 1987-1989. (JUNAIDI/SOE/DIK)