PAMEKASAN, koranmadura.com – Ketua Bawaslu Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Abdullah Saidi, mulai menelusuri dugaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota yang diduga menerima suap uang Rp 400 juta dari salah satu partai untuk mengatur kecurangan perolehan suara Pemilu 2019.
Kasus dugaan transaksi kecurangan yang tersebar melalui rekaman suara tersebut, kata Abdullah Saidi, telah dilaporkan sekelompok masyarakat ke Bawaslu Pamekasan.
“Rekaman suara yang menyebut PPK kota menerima uang Rp 400 juta itu telah dilaporkan, kami Bawaslu mulai proses dan menindaklanjuti laporan itu,” kata Abdullah Saidi, Jumat, 3 Mei 2019.
Namun, Abdullah Saidi enggan membeberkan langkah-langkah Bawaslu dalam mengusut kasus yang diduga melibatkan partai dan PPK Kota.
Diberitakan sebelumnya, beredar rekaman suara terkait dugaan kecurangan Pemilu yang diatur oleh penyelanggara Pemilu tingkat Kecamatan.
Dalam rekaman yang sudah beredar luas di media sosial WhatsApp, dua orang pria membicarakan soal hilangnya surat suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dapil 1 (Kecamatan Kota dan Tlanakan), yang diduga hilang saat rekapitulasi tingkat Kecamatan.
Percakapan via telepon itu memastika PPP mendapatkan dua kursi di Dapil 1 jika perolehan suara partai berlambang kakbah tersebut tidak hilang di tingkat Kecamatan.
Bahkan, pria itu menyebutkan penyelenggra di Kecamatan menerima uang Rp 400 juta, pria satunya menanayakan kebenaran angka yang disebutkan rekannya.
“Itu kabar A1 atau tidak, karena yang saya dengar Rp 100 juta yang masuk PPK,” kata pria yang menanyakan kepastian kabar tersebut.
Kemudian pria yang menyebut angka Rp 400 juta menegaskan bahwa kabar itu benar. “Empat ratus juta itu fix, empat ratus juta, iya brow empat ratus juta, tapi jangan bilang dari saya,” ungkapnya.
Jumlah uang yang diterima penyelanggara Pemilu di tingkat Kecamatan itu diduga dibagikan ke pihak-pihak terkait, termasuk saksi.
Namun dua pria tersebut mengaku tidak tahu nama penyelenggara Pemilu yang merubah Plano DA1 yang menyebabkan suara PPP hilang. “Kamu tidak usah memikirkan itu brow, yang penting uang masuk ke PPK, kalau saya tidak menerima sekali,” tuturnya. (RIDWAM/ROS/DIK)