SUMENEP, koranmadura.com – Meski belum pasti, namun kerugian material akibat kebakaran di Blok A Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, 3 Mei 2019, ditaksir di atas Rp 1 miliar.
Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Tego S Marwoto mengungkapkan, mengenai total kerugian akibat kebakaran tersebut sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan angkanya. “Kalau menurut (pemilik toko) Sahabat 1 miliar. Tapi itu menurut dia,” ungkapnya.
Toko Sahabat merupakan salah satu toko yang ludes terbakar dalam insiden kebakaran tersebut. Menurut Tego, pihaknya belum mendapatkan data dari pemilik toko selain Sahabat terkait jumlah kerugian yang mereka alami. “Yang lain belum menyebutkan angka kerugiannya,” tambah dia.
Tak hanya soal kerugian, hingga kemarin pihak kepolisian belum berhasil mengungkap penyebab kebakaran pasar yang dikelola salah satu Badan Usaha Milik Daerah, yakni BPRS Bhakti Sumekar.
Guna menyelidiki penyebabnya, pihak Polres Sumenep harus mendatangkan tim dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur sebanyak empat orang, kemarin, 8 Mei 2019. “Mereka sengaja kami undang supaya ada progres tentang penyebab kebakaran tersebut,” kata Tego.
Sekadar diketahui, kebakaran tersebut terjadi Jumat, 3 Mei 2019, sekitar pukul 17.00 WIB. Api baru bisa dipadamkan sekitar 30 menit kemudian setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Sumenep dikerahkan. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)