SAMPANG, koranmadura.com – Upaya peningkatan layanan kesehatan di pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terkendala Sumber Daya Manuasi (SDM). Hal itu diungkapkan Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Agus Molyadi, Jumat, 17 Mei 2019.
Menurutnya, sebagai tanggungjawab dan upayanya untuk menaikan status sarana Puskesmas Pembantu (Pembantu) menjadi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tidak mudah. Selain SDMnya terbatas, segala kebutuhan juga harus terpenuhi.
“Kalau menaikan statusnya dari Pustu ke Puskesmas, konsekuensinya ya harus menyiapkan segala sesuatunya. Untuk segala kekurangannya, kami sudah rencanakan pada 2020 mendatang,” paparnya.
Lanjut Agus mengatakan, untuk kondisi fasilitas Pustu di Pulau Mandangin yang ada saat ini dianggapnya masih cukup untuk melayani masyarakat dengan sambil lalu berproses.
“Yang sulit itu soal SDM, apalagi pemerintah tidak boleh lagi merekrut tenaga kontrak, sukwan dan lainnya. Jadi langkah kami hanya meredistribusi SDM dengan harapan di Pulau Mandangin siap dengan segala konsekuensinya untuk menjalankan statusnya dari Pustu ke Puskesmas,” paparnya.
Disisi lain, pihaknya mengakui untuk menjadikan tempat pelayanan kesehatan tersebut maksimal diakuinya harus berproses. “Ada satu dokter di sana, sedangkan perawat dan Bidannya sudah banyak, cuma yang berstatus PNS masih terbatas. Hanya yang perlu tenaga tambahan yaitu di bagian Sanitasi. Kemudian untuk Alkes sendiri masih akan kami lengkapi, tapi yang jelas masih cukup melayani secara standar. Tahun ini ada anggaran untuk peengadaaan bad, alat-alat di ruang pemeriksaand, alat stetoscop dan semacamnya,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)