JAKARTA, koranmadura.com – Pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin sementara unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019. Baik hasil Quick Count maupun berdasarkan hasil rekapitulasi KPU melalui situng KPU.
Sambil menunggu pengumuman resmi KPU, Jokowi sempat membahas kabinet dengan tim sukses. Jokowi pun menyinggung soal potensi kabinet kerjanya yang bakal diisi oleh kalangan milenial atau generasi muda.
“Ya sempat disinggung soal mempertimbangkan generasi muda karena bagian dari regenerasi dan generasi muda memahami perkembangan kontemporer tantangan global saat ini. Apalagi kita menghadapi era 4.0,” ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin, 13 Mei 2019.
Memang, kedatangan Revolusi 4.0 memang menjadi salah satu gerakan yang sedang digalakkan Jokowi pada periode pertamanya ini. Pertemuan yang dimaksud Ace adalah saat Jokowi bertemu dengan sejumlah elite partai koalisi dan tokoh di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf di Rumah Heritage Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 April lalu.
“Soal kabinet, kami sempat menyinggungnya. Dalam pertemuan itu, kami membahas visi dan misi pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf yang akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin bahwa Indonesia menjadi negara maju karena memiliki sumber daya manusia yang memiliki skill, berdaya saing dan dapat berkompetisi dengan negara-negara lain,” papar Ace.
Dalam perkembangan yang serba canggih ini, menurut politikus Golkar ini, Indonesia mau tidak mau harus siap menghadapi persaingan global. Sehingga perlu generasi yang unggul dan punya kapabilitas mumpuni dalam menghadapi era tersebut.
“Kita tahu bahwa tantangan ke depan akan semakin menuntut persaingan antar negara antara lain perang dagang AS-China. Di tengah persaingan itu, Indonesia dituntut untuk dapat memainkan peran strategis sehingga dapat memberikan manfaat untuk kesejahteraan dan kemajuan Indonesia,” jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.
Ace mengatakan, Jokowi sempat berbicara mengenai prediksi Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar ke-4 dunia di tahun 2030 dalam pertemuan tersebut. Sehingga Jokowi mengajak para elite timsesnya berdiskusi soal konsep dari kabinetnya di periode kedua.
“Untuk itu, kami membincangkan soal konfigurasi kabinet yang betul-betul siap menghadapi tantangan itu. Figur-figur kabinet ke depan betul-betul memiliki kompetensi di bidang-bidang yang dibutuhkan bangsa untuk menghadapi tantangan yang berat itu,” sebut Ace.
Sebelumnya isu soal menteri berusia muda di Kabinet Jokowi juga sempat diutarakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate. Dalam pertemuan di Menteng lalu itu, ia menyebut ada pembahasan soal regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri dari tokoh-tokoh muda.
“Dibicarakan bagaimana regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri yang masih segar-segar, tokoh-tokoh muda untuk melibatkan ke dalamnya. Tapi kami tidak ngomong soal bagi-bagi kekuasaan,” kata Johnny.
Meski begitu, ia menyebut belum ada kandidat nama menteri-menteri milenial yang disebutkan Jokowi. Koalisi Jokowi disebut menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi mengenai siapa saja yang akan mengisi kabinet di periode kedua nanti.
“Nama anggota kabinet belum dibicarakan secara detail. Gambaran umum saja. Koalisi TKN memegang prinsip ‘presidential Prerogative rights’ dalam sistem presidensial yang kita anuti. Mudah-mudahan ada menteri dari kalangan muda,” ucap Johnny, terpisah. (DETIK.com/SOE/DIK)