SUMENEP, koranmadura.com – Salah seorang da’i kondang, KH. RPA. Mujahid Ansori menjadi penceramah dalam acara Santapan Rohani yang diselenggarakan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat, 17 Mei 2019, di Gedung Korpri.
Tampak hadir dalam acara yang diikuti para aratur sipil negara (ASN) di lingkungan Kabupaten Sumenep ini ialah Bupati, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Lalu, apa makna Ramadan menurut Kiai Mujahid? Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh berkah, penuh ampunan, serta penuh keistimewaan di dalamnya. Di antara keistimewaannya adalah Lailatul Qadar.
Oleh karenanya, sambung Kiai Mujahid, Ramadan adalah momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri. “Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat strategis bagi kita selaku umat Islam untuk melakukan resolusi diri agar lebih baik, kreatif, dan disiplin,” sambungnya.
Di bulan yang sangat luar biasa, umat Islam sudah selayaknya berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab tujuan dari Ramadan, salah satunya adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Selain itu, menurut Sekretaris Majelis Pertimbangan IKA PMII Jatim itu, Ramadan juga momentum bagi umat Islam untuk mempererat tali silaturahmi dengan sesama manusia. Salah satunya dengan cara banyak berbagi, khususnya kepada orang lain yang nasibnya kurang beruntung atau hidup di bawah garis kemiskinan.
“Bulan Ramadan sekaligus menjadi momentum muhasabah untuk bangsa,” ujarnya. “Bagaimana dengan Ramadan ini bangsa Indonesia tetap terjaga dengan baik. Kebersamaan dan kebangsaan yang sudah dibangun sejak lama jangan sampai hancur,” lanjut dia.
Menurutnya, Indonesia adalah negara besar. Di dalamnya ada 17.600 pulau, 1.300 suku, 740 bahasa, ratusan adat-istiadat dan terdiri dari banyak agama.
“Ini semua merupakan anugerah Allah yang sangat luar biasa. Kita selalu bisa bergandengan tangan sesama bangsa Indonesia meski berbeda agama, suku, dan bahasa. Hal ini harus selalu kita jaga bersama. Jangan sampai rusak gara-gara berbeda kepentingan. Karena kepentingan untuk bangsa lebih utama daripada kepentingan diri sendiri atau golongan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/DIK/ROS)