SUMENEP, koranmadura.com – Program Bantuan Iuran Daerah (PBID) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi harapan warga miskin. Namun, program yang berwujud nyata melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut belum dirasakan manfaatnya oleh penerima. Terutama di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Menurut Kepala Desa Tenonan, Missahwan, KIS tersebut ada di Puskesmas Manding. Diketahui, beberapa bulan lalu, pihaknya mengutus perangkat desa untuk memastikan keberadaan dan meminta kartu program Presiden Jokowi tersebut.
“Beberapa bulan lalu saya mengutus perangkat desa mengecek dan meminta KIS agar segera didistribusikan ke warga. Namun hal itu tidak dihiraukan,” katanya, Kamis, 23 Mei 2019.
Bahkan, Kades yang menjadi Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Manding itu mempertanyakan alasan pihak Puskesmas tidak mendistribusikan KIS tersebut.
“Apa alasan Puskesmas itu sehingga tidak didistribusikan ke warga? Kami minta kartu itu, tapi tidak dikasih. Padahal kami pihak desa yang mendata dan mengajukan. Bukan Puskesmas,” paparnya.
Missahwan merasa prihatin kepada warganya (penerima) yang hendak berobat, tapi tidak pegang kartu. “Mereka datang ke saya menanyakan KIS. Kasihan mereka yang mau berobat, kalau tidak pegang kartu mereka dikenai biaya,” tuturnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan penelusuran koranmadura.com, semua KIS dalam program PBID tahun 2018 lalu sudah tercetak. Bahkan setelah dicek ke kantor BPJS setempat, KIS sudah diberikan kepada pemilik program, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. (DF/SOE/DIK)