JAKARTA, koranmadura.com – Terjadi perubahan atas klaim suara kemenangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari 62% menjadi 54,24%. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memberi penjelasan.
Untuk mendapatkan penjelasan soal perubahan angka klaim kemenangan ini bisa dikatakan tak semudah biasanya. Sejumlah elite BPN Prabowo-Sandiaga menolak memberikan keterangan. Salah satunya Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, yang menolak bicara. Sudirman menyatakan lebih baik meminta penjelasan ke Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjutak. Alasannya, tugas Sudirman di BPN Prabowo-Sandiaga sudah selesai.
Namun Dahnil tak bisa dihubungi hingga pukul 13.30 WIB. Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay, juga menolak bicara. Saleh mengaku tidak mengikuti perkembangan perhitungan suara pasangan nomor urut 02 itu. Ia meminta untuk menghubungi Mustofa Nahrawardaya yang bertugas dalam proses penghitungan suara internal.
“Kalau pertama kali Pak Prabowo mengumumkan 62% itu kan berdasarkan suara yang masuk saat itu. Bukan sekarang. Saat itu, hari pertama kan tanggal 17 April,” ujar Anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya saat dimintai konfirmasi, Rabu, 15 Mei 2019.
Saat klaim kemenangan 62% di Rumah Kertanegara di hari pencoblosan 17 April lalu, Prabowo menyatakan data diperoleh dari 300 ribu TPS. Mustofa memberi penjelasan, data diterima lewat SMS dari para saksi.
“Betul, betul. Karena pada tanggal itu yang kita input itu bukan C1 fotokopi ya, tapi dari SMS saksi. Kita kan mau cepat, jadi kita menunggu SMS dari seluruh Indonesia, dari 810 ribu sekian TPS itu melalui SMS. Hari itu tanggal 17 April,” sebutnya.
Mustofa pun mengklaim, pihaknya kemudian mendapat halangan menerima SMS atau WhatsApp dari para saksi. Ia menuding ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengganggu jalannya pengumpuan data pihak Prabowo-Sandi.
“Tapi ketika QC berlangsung SMS kita semua di-block lah oleh oknum, kita nggak tahu. Sudah saya laporkan. Ada 34 nomor yang kita pakai untuk mengirim SMS, dan 10 nomor khusus, semuanya dimatikan oleh pihak tertentu. SMS dikirim kemudian tandem dengan WA gambar C1 dari saksi, nggak bisa masuk semuanya. Yang dimaksud 62% itu dari SMS hari pertama,” paparnya.
“Benar (dari 300 ribu TPS), tapi itu melalui SMS. Gambar-gambar C1 itu kan difoto dikirimkan melalui WA tapi kan semua nomor di-block saat itu. Kita sudah laporkan semua nomor yang kita beli di-block oleh pihak-pihak tertentu, bahkan nomor yang dipegang oleh para pemegang IP, para pengelola IT semua di-auto called oleh Amerika. Di Google ada itu,” imbuh Mustofa.
Relawan IT Prabowo-Sandi mengatakan hasil terbaru yang dirilis saat ini baru sekitar 50%. Mustofa mengamini pernyataan Prabowo yang menyebut angka kemenangan 62% sudah diyakinkan tidak akan jauh berbeda atau berubah banyak dari angka akhir.
“Kalau itu kan nanti nilai akhir kan. Ini kan baru 50 berapa persen. Itu baru separuh, artinya yang dilaporkan 62 saat itu snapshot ya tanggal 17 April. Sekarang itu baru 54,91% dari 810.329 TPS atau 444.976 TPS, yang kemarin kita laporkan ya,” tuturnya.
Seperti diketahui, Prabowo pada awal mengklaim menang 62% dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Itu disampaikan Prabowo saat berpidato di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Saat itu Prabowo mengklaim menang dan melanjutkannya dengan sujud syukur.
“Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62%. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” ujar Prabowo.
Terbaru, BPN Prabowo-Sandiaga mengungkap data perolehan suara mereka berdasarkan penghitungan C1. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga mengungguli Jokowi-Ma’ruf.
Perolehan suara versi hitung C1 BPN itu diungkapkan Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin dalam simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (14/5). Data tersebut merupakan hasil penghitungan C1 dari 444.976 TPS (54,91%) per 14 Mei pukul 12.28 WIB. Total TPS di Pemilu 2019 sebanyak 810.329 TPS.
“Maka sistem informasi Direktorat Satgas BPN Prabowo-Sandi dengan ini mengemukakan hasil-hasil perolehan kita. Walaupun sudah dicurangi sebagai berikut,” kata Laode.
Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf meraup 44,14%, sedangkan Prabowo-Sandi 54,24%. Sementara itu, dalam diagram tersebut terdapat data suara tidak sah sebesar 1,62%.
Perolehan suara itu berdasarkan hitung data C1 BPN dan bersifat sementara karena data masuknya baru 54,91%. Berikut ini hasil penghitungan dalam satuan suara:
01. Jokowi-Ma’ruf 39.599.832 suara
02. Prabowo-Sandi 48.657.483 suara.
Sementara itu berdasarkan Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU per pukul 13.32 WIB, Rabu (15/5), Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandiaga. Data yang masuk sudah 82,83% atau 673.740 dari 813.350 TPS. Berikut rinciannya:
01. Jokowi-Ma’ruf Amin 56,22% (71.335.915 suara)
02. Prabowo-Sandiaga Uno 43,78% (55.546.846 suara)
(DETIK.com/ROS/DIK)