SUMENEP, koranmadura.com – Rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Batuan jadi ekowisata sulit tercapai dalam waktu dekat. Sebab, selain membutuhkan anggaran yang banyak, juga memerlukan waktu yang cukup lama.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Sumenep, Agus Salam, mengatakan sesuai estimasi awal untuk menyulap TPA Sampah itu diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar.
“Kalau sampai finishing saya kira masih butuh tambahan (anggaran),” kata Agus saat ditemui diruang kerjanya.
Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pemagaran, pengadaan tempat permainan yang lebih luas, seperti Flying Fox dan jenis permainan lain yang bisa menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung.
Tahun ini Pemerintah Daerah telah menganggarkan sebesar Rp 500 juta. Anggaran yang bersumberkan dari APBD tingkat dua itu akan direalisasikan salah satunya untuk pembebasan lahan dan pembangunan gazebo, penghijauan, tempat permainan dan sejumlah sarana lain.
“Ini cuma starter awal, yang penting tahun depan ada wujud dan bentuk adanya ekowisata guna bisa memberikan peningkatan ke PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya.
Sementara untuk menyelesaikan cita-cita tersebut kata Agus, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Karena anggaran yang dibutuhkan tidak mungkin dianggarkan dalam tahun yang sama.
“Sekitar tiga tahunan ini, seandainya anggarannya ada satu atau dua tahun selesai,” tegasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap rencana tersebut ada dukungan dari semua kalangan. Sehingga bisa segera tercapai. Apalagi, kata dia program itu selaras dengan program pemerintah daerah yang selama dua tahun ini fokus pada pengembangan destinasi wisata.
“Perlu adanya anggaran dan dukungan dari semua pihak, termasuk dari Timgar dan Legislatif,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)