SUMENEP, koranmadura.com – Pengawasan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diminta untuk ditingkatkan selama bulan Ramadan. Itu untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal.
“Kami harap pengawasan diperketat, jangan sampai pelayanan pada masyarakat terganggu selama Ramadan,” kata Syahrul Gunawan.
Apalagi kata dia, sebagai abdi negara nanti akan menerima tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke 13, dengan begitu tidak ada alasan bagi ASN untuk tidak memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. “Jika memang ada ASN yang melanggar aturan, kami harap ada sanksi tegas,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Abd Majid memastikan pengawasan terus dimaksimalkan. Sehingga kinerja ASN tetap maksimal meski mereka berpuasa.
“Puasa ini tidak berpengaruh terhadap proses pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Selama ini kata dia, tingkat kedisiplinan PNS sejak awal puasa terbilang baik. Para PNS di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkungan Pemkab tetap aktif masuk seperti hari biasa melakukan kerja-kerja pelayanan, bahkan tepat waktu mengikuti apel pagi.
Mantan Kasatpol PP ini menerangkan, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim memberi atensi khusus terhadap kedisiplinan pegawai selama Ramadan dengan mengintruksikan instansi terkait memantau langsung ke OPD-OPD, termasuk kecamatan melalui inspeksi mendadak.
“Untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal dan PNS tidak menjadikan puasa sebagai alasan mengabaikan tugas dan kewajibannya,” katanya.
Bahkan berdasarkan hasil evaluasinya, tidak ada penurunan. Buktinya mereka tetap aktif sesuai jam kerja yang ditentukan. Ada pun untuk kepulauan, pengawasannya diserakan kecamatan karena kondisi geografisnya yang jauh dari jangkauan.
“Kamu mengimbau PNS tidak bermalas-masalan apalagi bolos selama puasa supaya pelayanan publik tetap maksimal,” terangnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)