SUMENEP, koranmadura.com – Rekapitulasi suara hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019 tingkat nasional telah selesai. Namun, pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masing-masing daerah tetap disiagakan, salah satunya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pantuan media ini, hingga Selasa, 21 Mei 2019 personel Kepolisian tetap berjaga di dua kantor penyelenggara Pemilu tersebut. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.
“KPU dan Bawaslu sudah sejak awal sampai sekarang tetap dilakukan pengamanan,” kata AKP. Widiarti, Kasubbag Humas Polres Sumenep, pada media ini.
Widiarti belum memastikan kapan pengamanan akan ditarik dari Kantor KPU dan Bawaslu. Sebab, belum ada petunjuk dari pimpinan. “Masih menunggu petunjuk dari Polda,” jelasnya.
Rekapitulasi di Kabupaten Sumenep selesai pada Sabtu, 4 Mei 2019 lalu. Hasil rekapitulasi manual tersebut, untuk Pemilihan Presiden, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno unggul atas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
Pasangan nomor urut 02 mendapat dukungan 436.931 suara. Angka tersebut jauh di atas perolehan suara pasangan nomor urut 01 yang mengantongi dukungan sebanyak 242.305. Sementara jumlah suara sah untuk Pilpres 2019 di Sumenep sebanyak 679.236 suara dan tidak sah sebanyak 42.579 suara.
Sementara rekapitulasi suara tingkat nasional baru selesai, Selasa, 21 Mei 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menjadi pemenang Pilpres 2019.
Hasil rekapitulasi itu ditetapkan dalam keputusan KPU nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN). (JUNAIDI/ROS/VEM)
F : Salah satu personel Polres Sumenep saat pam pengamanan di Kantor Bawaslu Sumenep. (junaidi)
Tag :