PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam punya cara tersendiri untuk mempererat silaturrahim dengan rakyat. Salah satunya dengan menggelar Safari Ramadan ke beberapa kecamatan. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bupati tak canggung menyapa rakyat.
Seperti yang ia lakukan di Kecamatan Kadur dan Larangan pada Selasa, 28 Mei 2019. Pantauan, Bupati yang dikenal dengan Ra Baddrut itu hadir dengan ciri khasnya, berpaju koko dan peci hitam dengan balutan selendang batik.
Acara yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan warga itu dikemasi dengan buka bersama (bukber). Selain itu, Bupati Baddrut Tamam juga berbagi kepada puluhan anak yatim.
Dalam sambutannya, mantan anggota DPRD Jatim itu mengajak masyarakat untuk selalu bersilaturrahim. Menurutnya, silaturrahim mampu mengeratkan persatuan dan mengikis kesalahpaman. “Kami tetap mau bersaudara dengan rakyat dan tidak menutup perembhagan,” kata Baddrut Tamam dalam sambutannya.
Ia menyadari bahwa kekuasaan hanya menjadi wasilah untuk mengabdi kepada rakyat yang ada di Pamekasan menuju yang lebih baik. “Kekuasaan menjadikan wasilah untuk pengabdian untuk menjadikan Pamekasan yang semakin baik,” tambahnya.
Bupati pun menegaskan, selama dirinya memimpin Pamekasan akan selalu bekerja dengan ikhlas untuk rakyat. Bahkan ia pastikan, selama menjabat menjadi Bupati, tidak akan ada jual beli jabatan.
“Tidak ada jual beli jabatan di posisi mana pun, mau menjadi Kadis atau Kades tidak usah bayar, semuanya gratis. Tetapi harus syaratnya harus dibayar dengan kinerja yang baik guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat,” pungkasnya. (*/SUDUR/SOE/DIK)