SAMPANG, koranmadura.com – Bupati dan Wakil Bupati Sampang, beserta Forkopimda menggelar Safari Ramadan 1440 H di Masjid Darussalam dan Ponpes Al Jabbar di Dusun Somber, Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Senin, 13 Mei 2019.
“Marhaban, marhaban, marhaban, Bupati dan rombongan telah berkenan bersilaturahim ke Desa Napo Mohon pemikiran dan kerelaan hatinya untuk masjid ini akan direnovasi,” tutur Takmir Masjid Darussalam, Kusairi Baihaqi.
Tidak hanya itu, Safari Ramadan yang digelar Bupati dan Wakil Bupati guna untuk menyerap aspirasi masyarakat Desa Napo Laok, Kecamatan Omben.
Kades Napo Laok, Abdul Basid menyampaikan, sejauh ini warganya mengingkan fasilitas Umum (Fasum) khususnya akses jalan masuk ke destinasi wisata religi Bujuk Napo agar dilakukan pelebaran jalan. Meski termasuk dalam kategori jalan poros desa, jalan sepanjang 2,3 Kilo meter tersebut yang saat ini kondisinya rusak parah sejak 2017 lalu tidak mampu diperbaiki menggunakan Dana Desa (DD).
“Maka dari itu, kami mengusulkan perbaikan dan pelebaran jalan menuju situs religi Bujuk Napo, karena situs Bujuk Napo merupakan situs religi kedua setelah situs religi Ratoh Ebuh di Kampung Polagan, Sampang,” paparnya.
Lanjut Kades Napo Abdul Basid mengaku, dengan pelebaran dan perbaikan akses jalan menuju Bujuk Napo menurutnya akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Dengan akses yang bagus, sangat besar potensinya untuk peningkatan perekonomian masyarakat karena akan memikat pengunjung atau peziarah dari luar daerah. Dan Alhamdulillah, dengan adanya safari Ramadhan ini, kami bisa bersilaturahmi dan bid menyampaikan keluhan masyarakat agar supaya ditindak lanjuti,” paparnya.
Usai mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat, Bupati Sampang Slamet Junaidi berjanji akan menindak lanjuti keinginan masyarakat Desa Napo Laok. Pihaknya tidak memungkiri jika akses jalan menuju destinasi situs religi di desa tersebut kurang memadai.
“Mampung semua kepala OPD sekarang hadir semua, terlebih Dinas PUPR agar segera ditindak lanjuti. Karena salah satu misi kami yaitu melakukan peningkatan dan pengembangan destinasi pariwisata di Kabupaten Sampang. Seperti wisata alam pantai Lon Malang, di Sokobanah. Di ana sudah mulai mandiri untuk peningkatan perekonomiannya. Nah di Desa Napo Laok ini, kami juga menginginkan seperti itu melalui BumDes agar perekonomian di Desa Napo Laok berkembang,” tuturnya.
Lanjut Bupati Sampang menyampaikan, sebagaimana janjinya saat kampanye, pihaknya mengaku juga akan mensejahterakan guru ngaji dan honor Guru Tidak Tetap (GTT).
“Asal tahu, Sampang ini selalu dikenal mendapat status Wajar Dengan Pengecualian (WDP), maka dari itu, kami berupaya semaksimal mungkin merubah dan memperbaiki penggunaan anggaran serta cara mengelola potensi-potensi yang bisa menjadi PAD agar nantinya Sampang memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama Forkopimpda juga menggelar santunan anak yatim warga setempat. Kegiatan safari ramadhan di Desa Napo Laok juga dihadiri Wakpolres Sampang, Kompol Suhartono, Kasdim 0828 Mayor Inf Jupri, Ketua DPRD Sampang Juhari, Forkopimcam, Ketua BARNAS KH M Faidol Mubarok, Bendahara PCNU Kecamatan Omben KH Nurudin, serta Kades dan tokoh masyarakat dan agama Desa setempat. (Muhlis/DIK)