SUMENEP, koranmadura.com – Sejak beberapa hari terakhir, antrean panjang sering terjadi di dermaga penyeberangan Kalianget-Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Warga minta Pemkab setempat segera bersikap.
Salah seorang warga Pulau Talango, Saiful Anwar menuturkan, antrean panjang biasanya terjadi di pagi dan sore hari. Di pagi hari, antrean terjadi di sisi Talango. Sedangkan sore hari di sisi Kalianget.
“Antrean kendaraan di jalur penyeberangan Kalianget-Talango sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. Jadi warga yang ingin menyeberang harus nunggu berjam-jam dulu,” ujar pria asal Desa Padike ini, Kamis, 23 Mei 2019.
Menurut dia, antrean panjang terjadi karena dalam seminggu Tongkang yang beroperasi hanya satu unit. Padahal biasanya dua unit. “Kalau penyebabnya kurang tahu, kenapa hanya satu yang beroperasi. Tapi infornyasinya, satunya rusak,” tambahnya.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Ipung ini berharap agar persoalan ini segera disikapi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Dia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) secepatnya mencari solusi agar masyarakat tidak banyak makan waktu saat hendak menyeberang, baik dari Talango maupun Kalianget.
“Kalau hal ini terus dibiarkan, kasihan masyarakat harus menunggu berjam-jam di dermaga untuk bisa menyeberang. Apalagi sekarang bulan puasa. Kalau sore hari tak sedikit masyarakat yang terpaksa buka puasa di area pelabuhan,” ujar Ipung. FATHOL ALIF/ROS/VEM