SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Sumenep, Madura, Jawa Timur belum terealisasi, termasuk proyek yang anggarannya dibawah Rp 200 juta atau menggunakan sistem penunjukan langsung (PL).
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Eri Susanto. Sampai saat ini kata dia, tidak satupun proyek fisik yang terealisasi. Sebab, ada perubahan regulasi, salah satunya berkaitan dengan E-PL. “Salah satunya, adanya perubahan regulasi itu,” katanya kepada media, Rabu, 15 Mei 2019.
Selain itu kata dia, juga karena disebabkan perencanaan belum tuntas. Sehingga belum juga terealisasi. “Perencanaan proyek masih ada yang belum klir. Namun, hanya sebagian saja. Tinggal sedikit,” jelasnya.
Kendati begitu, pria yang akrab disapa Erik itu memastikan akan segera merealisasikan proyek tersebut setelah semua dinyatakan selesai sesuai aturan. “Nanti, setelah lebaran akan kami luncurkan untuk PL,” tegasnya.
Sementara untuk proyek yang harus melalui proses lelang, kata dia saat ini sebagian sudah dilaksanakan lelang di LPSE. Sebab, proyek besar ini menjadi perhatian dari pihaknya, terutama yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus).
“Ya, lelang sudah dimulai. Ada beberapa paket yang sudag masuk tahap lelang. Sebab, jika terlambat bisa menjadi beban APBD,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE/VEm)