BANGKALAN, koranmadura.com – Problem data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mencuat. Kabarnya, data KPM yang dari Kementerian Sosal (Kemensos) dan Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan tak sinkron alias berbeda.
Anggota Badan Peneliti Independen (BPI) Bangkalan, Yudika menyampaikan bahwa ada ketidakberesan data yang dimiliki oleh pihak Dinsos setempat dengan data miliknya. Sedangkan pihak BPI memperoleh data dari Kemesos RI
“Data yang kami dapat dari Kemensos untuk non PKH sebanyak 59.998 dan untuk PKHs sebanyak 33.333, sedangkan data dari dinsos Kabupaten Bangkalan untuk non PKH 21.796 dan untuk PKH sebanyak 71.535,” kata Yudika saat Komisi D DPRD gelar hearing terbuka dengan Dinsos, Senin 24 Juni 2019.
Yudika menduga ada permainan data dari pihak Dinsos untuk mengelabui masyarakat. “Kejanggalan dari kenapa perbedaan data tersebut sampai puluhan ribu, sepertinya ada permainan yang ingim mengecohkan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinsos Bangkalan, Setiabudhi mengapresiasi adanya laporan ini, sehingga pihaknya bisa mengetahui semua tentang kejanggalan-kejanggalan yang terjadi. Pihaknya juga berjanji akan memperbaiki data yang tidak singkron tersebut.
“Kami bersukur ada yang melaporkan ke kami, kami akan perbaika data PKM ini, dan akan di verfikasi lagi,” katanya. (MAIL/SOE/DIK)