SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merencanakan pengembangan kawasan agropilitan di Kecamatan Ruburu. Hal itu akan dimulai tahun depan.
Kawasan agropolitan ini akan menjadi sentra produk-produk pertanian. Nantinya kawasan ini mengembangkan produk pertanian unggulan di daerah tersebut, khususnya bawang merah yang telah diakui, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Kepala Bidang Sarpras dan Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan, pengembangan kawasan agropolitan itu meliputi empat desa dengan luas lahan sekitar 160 hektare.
Dalam prosesnya, pengembangan kawasan agropolitan itu akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun dengan perencanaan satu tahun satu desa. Desa pertama yang akan digarap ialah Basoka.
“Nanti kami akan mulai di 2020. Kami saat ini masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dan pemerintah pusat juga sedang proses,” ujarnya kepada koranmadura.com.
Pengembangan kawasan agropolitan ini akan dilaksanakan dari hulu dan hilir. Artinya, mulai dari peningkatan sarana produksi, sarana penunjang, gudang pengolahan hasil produksi hingga pemasaran.
Karena itu, sambungnya, pengembangan kawasan agropolitan tidak bisa hanya ditangani oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD), dalam hal ini Dispertahortbun. Tapi harus bersinergi dengan sejumlah OPD terkait.
“Misalnya, untuk pembangunan dan pengembangan saluran irigasi itu dilaksanakan oleh Dinas PU Sumber Daya Air. Kemudian pembentukan sentra-sentra pengolahan hasil produksi pertanian akan dibantu oleh Disperindag,” tambah dia.
Dia berharap, selain tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kawasan agropolitan ini bisa menjadi ‘kenang-kenangan’ dari Bupati dan Wakil Bupati periode ini. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)