BANGKALAN, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menggelar ujian praktek Surat Izin Mengemudi (SIM) di Universitas Trunojoyo Madura, pada Kamis, 27 Juni 2019. Hal tersebut dilakukan polisi agar tidak mengganggu aktivitas mahasiswa di kampus.
Kasatlantas Polres Bangkalan, AKP Danu Aninditho Kuncoro Putro menyampaikan, pihaknya sengaja langsung mendatangi mahasiswa untuk mengikuti ujian praktek pembuatn SIM C karena mahasiswa disibukkan oleh tugas perkuliahan.
“Saya faham mahasiswa sibuk dengan kuliahnya, tugasnya pun banyak, jadi kemungkinan mahasiswa tidak sempat untuk membuat SIM C. Jadi untuk mempermudah, kami bekerjasama denga BEM UTM untuk memberikan fasilitas,” kata Danu, sapaan akrabnya.
Selai itu, pihaknya sering menemukan mahasiswa kena tilang dikarenakan tidak memiliki SIM. Danu menjelaskan, mahasiswa yang kena tilang dikarenakan sibuk dengan kuliah. Jadi tidak sempat untuk membuat SIM.
“Kalau ditanya kenapa tidak buat SIM, alasan yang sering dijumpai karena sibuk dengan kuliahnya,” paparnya.
Tercatat, ada 103 mahasiswa UTM yang mengikuti ujian praktek. Namun lulus tidaknya tergantung keahlian dari mahasiswa yang mengendarakan motor.
Sementara ketua pelaksana pembuatan SIM, Asrori Al Ishaqi menyampaikan, kegiatan ini memeberikan kemudahan bagi mahasiswa yang ingin ikut ujian praktek SIM C, karena tidak perlu datang ke Polres setempat.
“Kegiatan ujian praktek ujian SIM C sengaja diletakan di UTM, agar memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang ikut ujian SIM C,” jelasnya.
Selain itu, Asrori berharap, kegiatan pembuatan SIM di UTM bisa dijadikan rutinitas setiap tahunnya, agar mahasiswa yang tidak memiliki waktu untuk ikut ujian praktek SIM di Polres bisa ikut ujian di kampus UTM.
“Semoga kerja sama ini tidak hanya satu kali saja, tapi tahun berikutnya bisa dijadikan agenda rutinitas. Karena ujian prajtek SIM C di UTN sangat membantu,” harapnya. (MAIL/ROS/VEM)