SUMENEP, koranmadura.com – Dampak kekeringan mulai dirasakan oleh warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut saat ini sudah ada satu desa mengajukan permohonan suplai air bersih.
Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengungkapkan, satu desa yang telah mengajukan suplai air bersih ialah Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan. Selama bertahun-tahun, desa ini memang menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau.
Baca: Masuk Zona Kekeringan Kritis, Montorna Butuh Suplai 120 Ribu Liter Air Bersih
“Sejauh ini baru satu desa yang telah mengajukan permohonan dropping air bersih, yaitu Desa Montorna,” ujar mantan Sekretaris Bappeda Sumenep itu, Rabu, 26 Juni 2019.
Sementara desa-desa lain yang sebelum-sebelumnya memang selalu dilanda kekeringan, menurut dia kemungkinan saat ini masih memiliki cadangan air bersih. Sehingga belum butuh suplai air bersih dari pihaknya.
“Tapi saya perkirakan, awal Juli mendatang akan ada banyak desa yang mengusulkan dropping air bersih kepada kami,” tambah pria yang akrab disapa Rahman ini.
Untuk itu, sebelum banyak desa mengusulkan permohonan bantuan dropping air bersih, pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Penanggulangan Darurat Kekeringan.
Rahman menjelaskan, SK Bupati itu nantinya akan dijadikan dasar hukum untuk pengajuan dana bantuan tak terduga kepada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) setempat.
“Jadi pada intinya kami sudah siap untuk melakukan dropping air bersih kepada desa-desa yang membutuhkan. Kami tinggal menunggu informasi (pengajuan) dari masyarakat, khususnya pemerintahan desa,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)