SUMENEP, koranmadura.com – Menyikapi tenggelamnya KM Arim Jaya beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, meminta Pemkab setempat lebih gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik penumpamg maupun pemilik perahu.
Sosialisasi yang perlu digencarkan oleh Pemkab khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dalam setiap aktifitas pelayaran. Termasuk kelengkapan sarana keamana dalam perahu yang melayani pelayaran antar kepulauan.
“Peristiwa tenggelamnya perahu beberapa waktu lalu itu harus dejadian ini sebagai pelajaran. Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Pemkab Sumenep perlu meningkatkan sosialisasi keselamatan dalam pelayaran,” kata salah seorang anggota Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi.
Selaim meningkatkan sosialisasi, menurut dia, Pemkab juga perlu membuat standarisasi kelayakan perahu. Antara pengangkut barang dengan penumpang. Sehingga ke depan perahu pengangkut barang tidak digunakan untuk penumpang atau sebaliknya.
“Artinya kalau memang perahu itu untuk mengangkut orang, harus dilengkapi dengan alat keselamatannya seperti jaket life atau pelampung. Terkait hal ini, kami minta pemerintah hadir. Dalam artian memberikan bantuan kepada para pemilik perahu,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan, ke depan pihaknya akan lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk para pemilik perahu, supaya lebih berhati-hati saat akan melakukan pelayaran.
Di samping itu, lanjut mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep ini, Pemkab Sumenep akan mengusahakan agar setiap aktifitas pelayaran sudah dalam pantauan pihak terkait, dalam hal ini syahbandar.
“Langkah antisipasi lainnya, kami juga akan upayakan memberikan bantuan alat keselamatan, seperti pelampung, kepada para pemilik perahu. Tentunya hal ini akan dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
KM Arim Jaya tenggelam dalam perjalan dari Pulau Gua-Gua, Kecamatan/Pulau Raas menuju Pelabuhan Kalianget, tepatnya di wilayah perairan Pulau Giliyang-Pulau Sapudi, Senin, 17 Juni 2019. Saat itu kapal berpenumpang 60 orang.
Dari keseluruhan penumpang, sejauh ini sudah 59 ditemukan. Sebanyak 21 di antaranya meninggal dunia, 38 orang dalam kondisi selamat. Sementara sisanya, satu korban masih dicari. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)