SUMENEP, koranmadura.com – Hingga hari ketiga, masih ada korban tenggelamnya KLM Arim Jaya belum ditemukan. Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan.
“Untuk korban yang belum ditemukan, kami akan terus melakukan upaya pencarian. Semoga bisa segera ditemukan,” ungkap Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Rabu, 19 Juni 2019.
Baca:
- Gunakan 17 Ambulance, Jenazah Korban Perahu Tenggelam Dipulangkan ke Rumah Duka
- Pemulangan 17 Jenazah Korban Laka Laut ke Rumah Duka Dikawal Kapal Basarnas
- Lagi, Korban Tenggelamnya Perahu Arim Jaya di Sumenep Ditemukan Meninggal, Ini Totalnya
Berdsarkan hasil koordinasi dengan semua pihak terkait, disepakati upaya pencarian akan dilakukan sampai Minggu depan, 23 Juni 2019. Jika sampai hari tersebut tidak ditemukan, maka pencarian akan dihentikan. “Tapi kami berharap semuanya ditemukan,” tambahnya.
Menurut dia, upaya pencarian mulai hari ini tidak hanya di tengah laut. Tapi akan lebih difokuskan kepada pesisir pantai di Kecamatan Dungkek. Mulai dari pesisir Desa Jaddung, Romben, hingga Bicappi.
“Mudah-mudahan korban bisa cepat ditemukan. Sehingga pihak keluarga bisa segera mendapat kepastian,” tegas mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini.
Sekadar diketahui, jumlah korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat insiden tersebut ialah 19 orang. 17 jenazah sudah dipulangkan ke rumah duka dini hari tadi. Sedangkan dua lainnya baru ditemukan tadi pagi dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Adapun yang belum ditemukan tiga orang.
Sementara jumlah korban selamat dalam peristiwa nahas itu, versi kepolisian ialah 39 orang. Sedangkan berdasarkan data BPBD, 38 orang. Data BPBD bisa lebih sedikit, menurut Rahman, karena di data sebelumnya (yang menyebut 39) ada satu korban yang tercatat dengan dua nama, yakni Herman dan Hermansyah. (FATHOL ALIF/DIK)