PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencatat jumlah data balita yang mengalami hambatan pertumbuhan (stunting).
Data balita penderita stunting yang diterima koranmadura.com dari Dinkes Pamekasan sebanyak 1.341 balita. Angka stunting tersebut teringgi kedua dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes-Pemas) Dinkes Pamekasan, Rizki Syamlan mengatakan ada banyak faktor penderita stunting di Pamekasan. Salah satunya, kurangnya nutrisi dalam tubuh seperti lemak, karbohidrat, dan protein.
“Tingginya angka stunting di Pamekasan karena minimnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya menjaga janin sejak dalam kandungan,” kata Rizki Syamlan, Sabtu, 29 Juni 2019.
Menurutnya, sebagian masyarakat Pamekasan masih mengangap balita gemuk bertanda sehat, Padahal, kegemukan di usia yang tidak wajar merupakan gejala penyakit stunting dan kurang gizi.
“Sebagian orang tua juga masih ada yang belum memahami kasus stunting. Stunting itu tidak hanya fokus pada fisik anak saja, karena ada ukuran ideal untuk bayi sesuai dengan usianya,” terangnya.
Ada banyak hal sederhana yang harus diperhatikan orang tua agar balita terhindar dari stunting. Pemberian Asi ekslusif pada bayi, cuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air bersih yang mengalir, menggunakan jamban sehat, dan makan buah dan sayur setiap hari. “Jadi asupan bayi saat dalam kandungan harus diperhatikan,”pungkasnya. (RIDWAN/DIK/ROS)