SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R. Abd Rahman Riadi mengatakan, jumlah mobil pemadam kebakaran perlu ditambah. Saat ini yang bisa dioperasikan hanya dua unit.
“Saat ini ada tiga mobil pemadam kebakaran, tapi yang bisa dioperasikan hanya dua, satu mati,” katanya pada sejumlah media, Senin,
Menurutnya, idealnya jumlah mobil pemadam kebakaran di Sumenep sebanyak 4 unit. Dengan begitu keberadaan damkar perlu penambahan dua unit lagi.
“Kami sempat mengajukan. Tapi ditolak. Sementara mobil yang ini, pengadaan tahun 1996. Kami merasa kesulitan saat melakukan perawatan. Sparepartnya sulit,” jelasnya.
Kurangnya jumlah mobil Damkar diakui Rahman berdampak saat melakukan penanganan ketika terjadi bencana. Untuk menyisati hal itu, pihaknya menyarankan penanganan kebakaran tidak hanya jadi tugas BPBD semata.
Sebab, sesuai peraturan, semua gedung, baik fasilitas umum, seperti kantor maupun lainnya wajib memiliki alat Damkar.
“Sesuai peraturan memang setiap bangunan harus ada alat Damkarnya. Termasuk di bangunan-bangunan yang ada di Pasar atau bank,” tukasnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)