SAMPANG, koranmadura.com – Setelah rumah kontrakan ludes dilalap api, kini giliran delapan kandang sapi milik Pak Nurjaini (65) dan Pak Admo (70), warga Dusun Margajati Makam, Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur yang rata jadi tanah usai dilahap si jago merah, Rabu, 31 Juli 2019.
Aksi Ops Damkar Satpol PP Sampang, M Maftuh Fathorrahman menyatakan, peristiwa kebakaran kandang sapi tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.50 WIB. Delapan kandang diketahui milik dua warga yakni Pak Nurjaini dan Pak Admo.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, percikan api diduga muncul dari sisa-sisa pembakaran jerami padi di belakang kandang sapi yang digunakan untuk mengusir nyamuk.
“Dimungkinkan bara api ditiup angin sehingga mengenai kandang. Sehingga tak butuh waktu lama, api terus menyala dan membesar karena kandang sapi terbuat dari bahan kayu dan gedek. Sempat dilakukan pemadaman api oleh warga menggunakan alat seadanya, namun kobaran api terus membesar delapan kandang ludes,” katanya, Rabu, 31 Juli 2019.
Pihaknya yang dihubungi warga, Maftuh mengaku baru tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 12.25 WIB dengan mengerahkan 1 unit damkar dan dua unit tangki air dengan delapan personel. Kobaran api bisa dipadamkan pada pukul 13.30 WIB.
“Khawatir merambat ke permukiman warga, karena dipadamkan dengan alat seadanya tidak mempan, akhirnya warga menghubungi kami,” akunya.
Dari delapan kandang, Maftuh menyampaikan hanya separuh atau empat kandang yang berisi sapi ternak dengan sebanyak lima ekor sapi. Dari lima ekor, dua sapi nyaris terpanggang.
“Empat kandang lagi kosong, dan tiga sapi olrh pemilik berhasil diselamatkan. Sedangkan dua sapi lainnya nyaris terpanggang, yakni mengalami luka bakar pada bagian pinggangnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran kandang ini,” paparnya. (Muhlis/SOE/VEM)