BANGKALAN, koranmadura.com – Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan, Madura, Jawa Timur terkait lokasi toko modern di Kecamatan Tanah Merah tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua Asosiasi Mahasiswa Tanah Merah (AMATAR), Bair Rajab. Menurutnya, data lokasi yang diberikan oleh pihak DPMPTSP terdapat desa Indomart yang tidak sesuai dengan di lapangan.
“Data yang dikasih dari DPMPTSP, ada enam toko Indomart dan satu Alfamart. Tapi dari enam Indomart ini ada satu Indomart yang beralamatkan Jl. Raya Dlemer, Desa Dlemer sedangkan desa tersebut tidak ada di Kecamatan Tanah Merah. Desa Dlemer itu Kecamatan Kwanyar,” terang Bair, sapaan akrabnya.
Bair menuding pihak DPMPTSP setempat tak beres. Buktinya, kata Bair data yang diberikan tidak sesuai dengan hasil pantauannya di lapangan.
“Kami asli Tanah Merah, jadi tahu semua desa-desa di Kecamatan Tanah Merah. Jadi kami menduga ada permainan dari pihak DPMPTSP, karena datanya yang diberikan tidak jelas,” Tuding Bair.
Pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian ini. Pihaknya akan mengantarkan surat permohonan data salinan berkas perizinan toko Indomart dan Alfamart yang ada di Kecamatan Tanah Merah. Selain itu pihaknya akan menindak lanjuti persoalan maraknya toko modern di Kecamatan Tanah Merah ini kepada komis B DPRD Bangkalan.
“Kami akan mengirim surat permohonan data salinan terkait izin dari enam Indomart dan satu Alfamart di Kecamatan Tanah Merah, selain itu juga kami akan menindaklanjuti ke Komisi B,” tegasnya. (MAHMUD ISMAIL/SOE/VEM)