SUMENEP, koranmadura.com – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluhkan minimnya fasilitas saat berada di Madinah.
“Sesuai laporan yang kami terima sebagian jemaah ada yang mengeluh karena keterbatasan fasilitas saat berada di hotel Madinah,” kata H. Moh. Rifa’i Hasyim, Kasi Haji dan Umroh, Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, Selasa, 16 Juli 2019.
Salah satu yang dikeluhkan, kata Hasyim, karena sempat tidak ada air di kamar mandi hotel karena saluran bermasalah. “Beberapa jemaah menyampaikan pada kami semua air di kloter tujuh sehari tidak keluar air di kamar mandi. Itu menjadikan jemaah sedikit terusik,” kata dia.
Namun, kekurangan air tersebut bisa disiasati dengan cara menggunakan air di toilet Masjid Nabawi atau numpang di kamar mandi yang airnya banyak.
Selain itu, kata dia, jemaah mengeluhkan sempitnya ruang lobi saat berada di hotel di Madinah sehingga jemaah sedikit berdesakan. Juga dikeluhkan kapasitas lift yang hanya mampu menampung 10 orang.
Hanya saja, Hasyim mengimbau, jemaah untuk tidak menggunakan lift apabila masuk waktu shalat. Mereka diimbau untuk melewati tangga. Itu dilakukan agar jemaah cepat sampai dan bisa shalat berjemaah.
“Mungkin itu adalah cobaan untuk menguji kesabaran diri menuju kemabruran,” tegsnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)