SUMENEP, koranmadura.com – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang masuk kategori berisiko tinggi (Risti) dan lanjut usia (Lansia) mendapat pengawalan khusus selama menjalankan ibadah haji.
“Di kloter 6 ada dua TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) yang membantu petugas kloter untuk menjaga, mengawasi jemaah yang risti,” kata H. Moh. Rifa’i Hasyim, Kasi Haji dan Umroh, Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, Kamis, 18 Juli 2019.
Sesuai data Kemenag Sumenep, hampir separuh dari 752 JCH Sumenep masuk kategori risti. Demi kenyamanan selama menjalankan ibadah di tanah suci, mereka mendapat pengawalan khusus.
Sampai saat ini kata Hasyim, kondisi kesehatan JCH asal Sumenep masih stabil, tidak ada jemaah yang sakit hingga dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
“Saya bersyukur meski separuh jemaah masuk kategori risti, tapi masih bisa ditangani oleh petugas kloter. Artinya tidak sampai ada jemaah yang dirujuk ke KKHI,” jelasnya.
Termasuk kondisi kesehatan Sakdiman, warga Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, masih stabil. Dia berangkat ke tanah suci di usia 99 tahun atau jemaah haji tertua dari Sumenep.
“Hasil informasi yang kami terima jemaah yang paling tua yakni berumur 99 tahun itu dalam keadaan baik-baik saja, termasuk yang mendampingi,” ujarnya.
JCH asal Kabupaten Sumenep tahun 2019 sebanyak 752 orang. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 06 dan kloter 07. Mereka diberangkatkan pada 07 Juli 2019 dari GOR A Yani Panglegur Sumenep menuju embarkasi Surabaya. (JUNAIDI/SOE/DIK)