BANGKALAN, koranmadura.com – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur, akan membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kaki Suramadu sisi Madura. Hal itu dimaksudkan untuk menjadikan Jawa Timur sebagai wilayah yang punya tempat edukasi, hiburan dan seni berbasis Islam berkelas dunia.
Hal itu disampaika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Selasa, 30 Juli 2019. Menurutnya, pintu keluar masuk Suramadu sisi Madura berpotensi untuk meningkatkan perekonomian, sehingga pembangunan IISP bisa menggerakkan perekonomian dan pelestarian budaya Madura.
“Kami menginginkan dengan adanya IISP ini bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Madura dalam segi perekonomian, serta dengan adanya IISP bisa memperlihatkan budaya-budaya Madura,” katanya.
Dia menjelaskan, IISP yang merupakan salah satu program unggulan Pemerinta Porvinsi Jawa Timur ini akan diisi dengan beberapa pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi Madura. “Kita ingin IISP ada perkampungan halal foods, perkampungan halal tourism dan hotel syariah, perkampungan batik Madura dan perkampungan pandai besi, sehingga masyarakat Madura bisa memilih di sektor mana yang diminati,” paparnya.
Di tanya terkait pembebasan lahan seluas 101 hektare yang masih menjadi polemik di kalangan masyarakat setempat, Khofifah menyebut mega proyek IISP masih dalam proses perencanaan.
“Ini kan masih belum, jadi kami masih kembangkan terkait pembebasan lahan, semoga saja nanti bisa mencapai harapan kita seluas 101 hektar tanah untuk pembangunan IISP,” ungkapnya.
Sementara Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron berharap, mega proyek IISP dari Pemprov Jatim itu bisa membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Madura, khususnya Bangkalan.
“Semoga dengan adanya IISP ini bisa menjadikan Kabupaten Bangkalan bisa lepas dari predikat kabupaten tertinggal,” ungkapnya. (MAIL/ROS/DIK)