JAKARTA, koranmadura.com – Kongres Luar Biasa PSSI akan digelar malam ini. KLB akan digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu malam, 27 Juli 2018 WIB. Ada tiga agenda yang akan tertuang dalam KLB ini, yakni membentuk Komite Pemilihan, Komite Banding Pemilihan, dan pengesahan amandemen statuta. Ada harapan baru atau malah memunculkan kegaduhan?
Diketahui, untuk calon Komite Pemilihan, ada nama Denny Azani B Latif, SH yang menjadi kandidat ketua. Denny punya rekam jejak yang sangat tidak baik di mata publik. Denny pernah dituding terlibat kasus penggelapan uang hasil penjualan aset, pemalsuan surat, dan pencucian uang pada 2011 dalam mengurus boedel pailit PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI).
Ada pula Togar Manahan Nero di posisi calon Ketua Komite Banding Pemilihan. Saat menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI, Togar pernah dikaitkan dalam kasus suap atas tudingan klub Penajam Medan Jaya. Tuduhan itu terpaksa membuatnya mundur pada 2007.
Namun demikian, wartawan senior sekaligus pengamat sepakbola Budiarto Sambazy, mencoba positif atas nama-nama tersebut. Dia tak masalah jika nama-nama yang sempat dikaitkan dengan masalah hukum sudah tidak menyandang kasus terdakwa.
“Menurut saya oke-oke saja. Kalau masih terdakwa tentu tidak oke, tapi kalau sudah tidak terdakwa tidak apa-apa,” kata pria yang akrab disama Mas Baz.
Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan menjadi salah satu hal penting untuk menyaring calon ketua umum PSSI pada kongres Januari 2020 nanti. Jika mereka yang menyaring punya rekam jejak oke, tentu akan bisa meminimalisir kegaduhan di masa mendatang.
“Pasti ada pandangam negatif terhadap bekas-bekas terdakwa. Masalahnya ini kewenangan penuh Exco PSSI untuk memilih. Artinya, Exco harus dikritisi kenapa memilih mereka? Wajar kalau pecinta sepakbola pesimis melihat PSSI sebagai induk olahraga terpopuler, yang makin terlurup dilanda krisis demi krisis,” sambungnya. (DETIK.com/ROS/DIK)