SUMENEP, koranmadura.com – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, mengajak ibu-ibu untuk kreatif dan mandiri. Salah satunya dengan menyiapkan potensi dengan menggelar pelatihan membatik.
Pelatihan ini dilaksanakan selma 3 hari, mulai hari ini, Selasa 23 Juli 2019 hingga Kamis 25 Juli 2019, bertempat di aula Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumenep. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta utusan dari berbagai organisasi wanita yang tergabung di GOW.
Hal ini dilakukan oleh GOW dalam rangka mengasah dan meningkatkan kreatifitas ibu-ibu agar menjadi wanita yang kreatif dan mandiri sehingga dapat berwirausaha dan membantu dalam hal ekonomi di keluarga masing-masing. Selain itu, juga dalam rangka mensukseskan program Pemerintah Daerah yaitu mencetak 5000 Wirasuaha.
Tidak hanya cukup pelatihan saja, kegiatan ini akan berkelanjutan, Meski hari ini masih pelatihan sifatnya pemula atau dimulai dari nol namun pada kesempatan berikutnya akan bekrjasama dengan BLK untuk pelatihan di tingkat mahir, bahkan hingga peluang pemasarannya.
Nia Kurnia Fauzi, Ketua GOW Sumenep memaparkan, Batik adalah karya Nusantara yang kuat dengan nilai filosofisnya. Selain itu Batik hari ini juga menjadi bisnis trend di Nusantara, sebab memiliki nilai khas budaya Indonesia.
“Hasil cantingan selalu memberikan makna, bagi mereka yang mengetahui. Karenanya perlu ada kader pembatik-pembatik yang terus tumbuh. Sekarang batik menjadi peluang bisnis yang kuat dan menjanjikan,” kata istri Wakil Bupati Sumenep ini.
Nia sapaan akrab Nia Kurnia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang semuanya antusias dalam mendalami ilmu baru. “Saya lihat para peserta sangat antusias, semoga dengan pelatihan ini, dapat menjadikan kita kaum hawa, benar-benar lebih kreatif dan mandiri,” ungkapnya.
Perempuan yang sebentar lagi akan dilantik menjadi anggota DPRD Sumenep ini berharap, para peserta selepas pelatihan diharapkan mampu memanfaatkan media sosial dengan baik, sehingga hasil produknya bisa dijual melalui online.
“Hari ini media sosial sangat terbuka lebar, jadi setelah pelatihan ini para ibu-ibu bisa memanfaatkan media sosial dengan cerdas, seperti memasarkan produknya lewat online,” pungkasnya. (MADANI/ROS/VEM)