Oleh: MH. Said Abdullah*
Perkembangan ekonomi dunia belakangan memang penuh ketakpastian. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China menjadi salah satu faktor penting yang ikut menciptakan ketakpastian.
Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia sudah pasti terimbas fluktuasi ekonomi dunia. Ditambah proses politik nasional yang sedang berlangsung di negeri ini dinamika ekonomi jelas akan terpengaruh.
Namun demikian sekalipun sempat ada riak-riak politik terutama sekitar pengumuman KPU, karena ending politik tidak menimbulkan goncangan stabilitas, pengaruh terhadap ekonomi nasional relatif kecil. Pasca keputusan MK dan pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT justru mampu memberi efek positif signifikan pada perkembangan ekonomi nasional.
Tanda-tanda perbaikan terlihat antara lain pada menguatnya nilai tukar rupiah. Demikian pula pergerakan indeks saham juga relatif positif.
Jika negeri ini mampu mengelola secara optimal proses politik nasional sehingga mewujud peningkatan kualitas demokrasi, prospek perkembangan ekonomi nasional sangat menjanjikan. Di sini penting seluruh potensi bangsa untuk berupaya maksimal menjaga situasi politik sehingga dapat menjadi iklim kondusif bagi peningkatan ekonomi nasional.
Masyarakat Indonesia secara keseluruhan perlu mengetahui bahwa fondasi ekonomi nasional sebenarnya sangat baik. Ini ditandai dari kekuatan ketahanan ekonomi nasional yang tidak terlalu terpengaruh dengan situasi ketakpastian ekonomi dunia dan proses politik nasional. Pengaruh dua faktor itu relatif kecil.
Berdasarkan rilis The Spectator Index GDP growth, 2019 posisi Indonesia tergolong sangat baik. Pertumbuhan ekonomi pada semester pertama berada diurutan ketiga yaitu 5,1 persen setelah India dan China yang masing-masing mengalami pertumbuhan 7,3 persen dan 6,3 persen.
Dengan pertumbuhan 5,1 persen sekalipun belum memenuhi target nasional kondisi ekonomi Indonesia tergolong sangat sehat. Perkembangan ekonomi nasional yang 5,1 persen berada di atas Pakistan, AS, Brazil, Jepang, Saudi dan beberapa negara Eropa lainnya.
Di sini penting masyarakat Indonesia memahami bahwa di tengah gejolak ekonomi dunia pertumbuhan ekonomi nasional sangat baik dibanding negara lainnya. Kondisi ini perlu disyukuri dengan respon aktif masyarakat untuk menjaga kondisi keamanan dan kedamaian.
Yang juga penting bagaimana seluruh komponen bangsa bersama-sama bekerja keras. Birokrasi misalnya harus mampu memfasilitasi perizinan usaha dan mengoptimalkan serapan anggaran agar mendorong pertumbuhan ekonomi.
Optimisme perlu terus digaungkan di tengah persaingan ketat ekonomi dunia. Kerja keras harus terus dipacu agar ekonomi nasional terus meningkat sehingga Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi dunia.
Indonesia hebat diyakini dapat terwujud berbekal kedewasaan berpolitik masyarakat yang mewujud kedamaian disertai optimisme dan kerja keras seluruh rakyat Indonesia. [*]
*Wakil Ketua Banggar DPR RI