SUMENEP, koranmadura.com – Seleksi pimpinan sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, betul-betul menyedot perhatian publik.
Selain dari unsur mahasiswa, perhatian serius juga datang dari kalangan pemuda, dalam hal ini Forum Kesatuan Pemuda Sumenep (Fokus), yang meminta panitia seleksi (Pansel) transparan.
Baca: Desak Pansel Pengisian Sembilan Jabatan OPD Profesional, Mahasiswa Demo Pemkab Sumenep
Ketua Fokus, Imam Arifin, mengatakan Pansel tidak boleh “main kucing-kucingan” dalam proses seleksi pimpinan sembilan OPD. Minimal ada akses bagi masyarakat untuk ikut menilai dan memberikan masukan.
Lebih dari itu, mantan aktivisi PMII Sumenep ini meminta kepada seluruh pihak terkait untuk tidak mencoba-coba melakukan jual-beli jabatan pimpinan sembilan OPD. “Karena jika itu terjadi pasti akan menjadi preseden buruk untuk Pemkab Sumenep,” tambahnya.
Pemilihan pimpinan sembilan OPD harus betul-betul berdasarkan kualitas dan integritas, bukan karena memiliki kedekatan dengan pihak-pihak tertentu yang memiliki kekuatan untuk menjadikannya pimpinan OPD.
“Jangan sampai masyarakat Sumenep menjadi korban kepentingan segelintir orang. Jangan hanya karena salah memilih sembilan pemimpin, pembangunan Sumenep ke depan lantas menjadi stagnan bahkan amburadul,” tegas Imam.
Ketua Pansel pimpinan sembilan OPD, Edy Rasiyadi menegaskan pihaknya akan profesional menjalankan tugasnya. Sebagai bentuk transparansi, nantinya nama-nama yang lolos assesment oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur akan dipampang di webset BKPSDM.
“Pendaftar yang dinyatakan lolos assesment akan kami umumkan di webset Badan Kepengawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumenep,” jawab Edy ketika dikonfirmasi berani atau tidak Pansel mengumunkan skoring peserta seleksi. FATHOL ALIF/ROS/VEM