SUMENEP, koranmadura.com – Dalam beberapa waktu terakhir, produksi gas PT. Kangean Energy Indonesia (KEI) khususnya yang di Pagerungan, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, semakin turun.
“Kalau produksi yang di Kangean sebetulnya sudah hampir di titik impas. Semestinya tidak dilanjutkan lagi. Tapi mungkin karena ada kebijakan, sampai sekarang tetap dipertahankan,” ujar Gas Delevery Officer Surabaya PT. KEI, Soesatijono.
Hal itu disampaikannya usai menjadi pembicara dalam acara Kuliah Umum Peningkatan Kegiatan Hulu Migas Dalam Rangka Penemuan Giant Field di salah satu perguruan tinggi di Sumenep, Jumat, 12 Juli 2019.
“Saat ini produksinya sekitar 7 MM. Sehingga untuk menghidupi proses itu agak berat. Kalau kemudian turun lagi ke sekitar 5 MM, Kangean rugi. Sekarang masih di sekitar 7 MM, dan mungkin hanya akan bertahan sampai satu atau dua tahun ke depan,” tambahnya.
Namun demikian, meski produksi gasnya sudah turun, PT. KEI tetap memiliki komitmen kuat terhadap masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya di daerah terdampak. Bahkan akan terus ditingkatkan.
Menurut dia, ke depan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya atas persetujuan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Komitmen kami kepada masyarakat tetap. Bahkan ke depan nilainya akan kami upayakan agar meningkat. Artinya meski produksi kami menurun, kami tidak mungkin mengurangi komitmen kami kepada masyarakat,” tegasnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)