SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mempercepat proses eksplorasi ke eksploitasi sumur Migas PT. EML di Kecamatan Saronggi.
Menanggapi hal itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa, Dony Aryantho mengatakan pihakmya juga menginginkan hal yang sama. “Harapan kami juga itu bisa cepat produksi,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini PT Energy Mineral Langgeng masih melakukan pengembangan sebagai bagian dari proses eksplorasi. Hasil produksi produksi sumur itu nantinya akan dijual ke PLN.
“Kalau sudah produksi, kan, dijualnya ke PLN? Jadi harapan kami setelah itu produksi penerangan di Madura, khususnya di Sumenep akan lebih baik,” tambahnya.
Apakah ada target, kapan PT EML harus sudah melakukan eksploitasi? Dony menjelaskan, di dalam PoD (plan of development) sudah ada jadwalnya. Namun dia mengaku lupa pastinya.
“Itu ada jadwalnya. Tapi kebetulan saya tidak bawa. Nanti akan disampaikan lebih lanjut. Cuma untuk EML, jadwalnya bukan tahun ini. Artinya tidak mungkin eksploitasi tahun ini,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, permintaan bupati itu disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Abd. Kahir, saat mewakili A. Bupati Sumenep menyampaikan sambutan dalam acara Kuliah Umum Peningkatan Kegiatan Hulu Migas Dalam Rangka Penemuan Giant Field yang diselenggarakan Fisip Universitas Wiraraja (Unija) kemarin, 11 Juli 2019. FATHOL ALIF/VEM