SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah fasilitas Taman Bunga (TB) terus menuai kritik. Kali ini disampaikan oleh Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur H. Herman Dali Kusuma.
Orang nomor satu di lingkungan DPRD Sumenep itu meminta pemerintah daerah untuk menjemput bola kepada Pemerintah Provisi Jawa Timur. Sehingga fasilitas yang rusak segera diperbaiki.
“Hingga saat ini belum ada perbaikan. Kami sarankan Pemkab tidak harus menunggu Pemprov Jatim terkait proyek APBN Taman Bunga itu, harus jembut bola,” katanya.
Menurut dia, seharusnya Pemkab lebik tanggap dengan kondisi taman bunga yang sudah mulai ada yang rusak. Sebab, akan terus rusak jika hingga kini Pemkab Sumenep tidak segera melakukan pemeliharaan.
Sebab, pemeliharaan proyek itu pasti ada. Sehingga, Taman Bunga itu Alun-alun Sumenep yang perlu di rawat dan dijaga dengan baik.
“Kami minta itu segera dilakukan agar cepat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, jika proyek tersebut telah selesai diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah. Namun, Pemerintah Daerah belum bisa memperbaiki karena masih masa pemeliharaan.
Kendati begitu, Pemerintah Daerah berjanji akan kembali menghubungi pihak pelaksana. Sehingga kerusakan tersebut bisa segera diperbaiki.
“Kami akan menghubungi pihak pelaksana dan berjanji untuk segera diperbaiki, namun sampai sekarang juga belum ada kabarnya,” jelas pengusaha muda itu.
Pembangunan Taman Bunga dibiayai oleh Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp5 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Permata Lanskap Nusantara dengan nilai kontrak Rp. 4,5 miliar lebih.
Meskipun pekerjaan proyek baru selesai akhir 2018 lalu, sejumlah fasilitas sudah tidak berfungsi. Salah satunya air mancur, saat ini tidak berfungsi bahkan kondisi kolam kotor, keramik ada yang mulai mengelupas. Selain itu, sebagian lampu hias dan lampu penerangan mati. Kondisi tersebut menyebabkan suasana taman bunga tidak bersolek lagi. (JUNAIDI/SOE/VEM)