SUMENEP, koranmadura.com – Penyelenggaraan ibadah haji 2019 bertepatan dengan musim panas. Para Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim meminta kepada seluruh JCH asal daerahnya agar menjaga betul kesehatan. Sebab kondisi cuaca di Arab Saudi, berbeda dengan di Indonesia.
Berdasarkan informasi yang didapatnya, hari-hari ini suhu udara di Arab Saudi sangat panas, yaitu ada di kisaran 48 derajat celsius. Bahkan bisa bertambah hingga 50 derajat celsius.
“Hari-hari ini cuaca di Arab Saudi benar-benar ekstrem. Suhunya antara 48 sampai 50 derajak celsius. Kalau di Indonesia, kan, paling hanya di kisaran 30 derajat celsius,” ungkapnya.
Untuk itu, sambungnya, para jemaah asal kabupaten paling timur Pulau Madura ini harus membiasakan pola hidup sehat selama melaksanakan ibadah haji. Apalagi dalam pelaksanaan ibadah haji banyak hal yang bersinggungan dengan kondisi fisik.
Di samping itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini juga menekankan pentingnya kekompakan antarjemaah. Sehingga saat di Tanah Suci bisa saling membantu sama dengan yang lain.
“Ketika di Tanah Suci nanti ada jutaaan manusia yang berkumpul dengan kultur berbeda-beda. Misalnya ketika berkumpul dalam satu titik di Arafah. Makanya jaga kekompakan,” tegasnya.
Sekadar diketahui, jumlah JCH asal Sumenep yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini sebanyak 752 orang. Dengan perincian laki-laki 366 dan perempuan 386. Semuanya tergabung dalam Kloter 6 dan 7 dari Embarkasi Surabaya. FATHOL ALIF/VEM