BANGKALAN, koranmadura.com – Porgram Keluarga Berencana (KB) sebenarnya tidak hanya diperuntukkan kepada kaum perempuan saja, namun juga untuk kaum laki-laki.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, R. Amina Rachmawati
Menurutnya, program KB seebenarnya juga bisa diikuti oleh kaum laki-laki. Tapi lumrahnya di lapangan kaum perempuan yang mengikutinya.
“Sebenarnya laki-laki bisa ikut program KB, tapi yang terjadi di lapangan yang ikut KB kebanyakan perempuan,” kata Rachmawati sapaan akrabnya, Senin 08 Juli 2019.
Alasannya paling mendasar, kata Rachmawati, kaum laki-laki enggan dan gengsi ikut program KB. Semestinya, laki-laki juga ikut program tersebut.
“Jadi sama kaum laki-laki langsung diserahkan ke perempuan, karena kaum laki-laki tidak mau tahu soal KB,” imbuh Rachmawati.
Rachmawati menjelaskan bahwa ada dua cara kaum laki-laki bisa ikut program KB, yang pertama dengan cara memakai kondom saat melakukan hubungan intim, atau dengan cara yang kedua yaitu dengan cara Vasektomi.
“Bisa pakai kondom atau dengan cara vasektomi. Kalau vasektomi itu dokter bedah akan melubangi buah zakar untuk menarik saluran penyalur sperma dan kemudian mengikat kedua ujungnya sebelum menutup kembali buah zakar dengan jahitan,” jelasnya.
Pihaknya berharap, kaum laki-laki agar ikut andil dalam program KB ini, agar supaya kata Rahchmawati tidak hanya perempuan saja yang dikasih tanggung jawab dalam mengikuti program KB ini.
“Kami berharap kaum laki-laki juga ikut program KB, agar tidak hanya perempauan yang menanggung tanggung jawab ini,” katanya. (MAIL/SOE/VEM)