SAMPANG, koranmadura.com – Peristiwa penemuan bayi di wilayah Kabupaten Sampang, membuat polisi harus putar otak untuk melakukan pengungkapan modus hingga menangkap pelakunya. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di di pinggir pantai Desa Darma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang yang ditemukan di areal konservasi hutan mangrove.
Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Subiyantana mengaku hingga saat masih melakukan penyelidikan. Bahkan pihaknya sudah melakukan pendataan orang hamil di wilayah tempat penemuan bayi.
“Masih melakukan penyelidikan, sudah kami lakukan pendataan orang hamil dan juga bekerjasama dengan melakukan pendekatan kepada toga maupun tomas di wilayah penemuan bayi,” ujarnya, Senin, 19 Agustus 2019.
Baca: Penemuan Bayi di Pinggir Pantai Camplong Kembali Gegerkan Warga Sampang
Pihaknya menduga, kasus pembuangan bayi yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Sampang dilakukan oleh pelaku dari luar Sampang.
“Kalau cuma lingkup kecamatan itu pasti terdeteksi. Tapi maaf, kalau ada tas seperti di Kecamatan Camplong kemarin, bisa saja orang dari luar Sampang turun dari mobil dan membuangnya ke Sampang, ya jadi kasus pembuangan bayi ini kemungkinan pelakunya dari luar. Sebab kami sudah menyisir daerah se kecamatan tersebut, tidak ada data orang hamil, melahirkan dan orang yang dicurigai saat itu,” paparnya.
Baca: Polisi Perkirakan Mayat Bayi yang Ditemukan di Pantai Darma Camplong Sudah Terendam Air Laut 3 Hari
Sekadar diketahui, beberapa hari yang lalu, warga Desa Darma Camplong, Kecamatan Camplong, digegerkan dengan penemuan bayi di pinggir pantai areal konservasi hutan mangrove yang terbungkus dalam ransel berwarna hitam dalam kondisi meninggal dengan tubuh mengembang karena diduga terendam air laut.
Tidak hanya itu, peristiwa penemuan bayi juga terjadi di sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Sampang, diantaranya di areal tegal di Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan dan pinggir pantai utara, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates. (MUHLIS/ROS/VEM)