SAMPANG, koranmadura.com – Belum diberi kesempatan membentuk fraksi sendiri di parlementer, dua fraksi gabungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, harus barbagi waktu untuk menduduki kursi pimpinan.
Dua fraksi gabungan itu yakni Partai Amanat Nasional (PAN) yang bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan membentuk fraksi Amanat Sejahtera. Kemudian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan membentuk fraksi Perjuangan Rakyat.
Juru bicara Fraksi Amanat Sejahtera, Nasafi mengatakan, hingga saat ini, kerangka struktur di dalam fraksi Amanat Sejahtera belum terbentuk. Hanya saja pihaknya memastikan bahwa PAN sudah berkoalisi dengan PKS yang sama-sama mengangongi tiga kursi parlemen.
“Yang jelas PAN dan PKS sudah berkoalisi. Sedangkan siapa yang akan memimpin fraksi, itu masih akan dirapatkan dengan kedua pimpinan Parpol. Namun di awal dalam paruh waktu selama lima tahun ke depan akan dipimpin PKS. Ya pimpinannya nanti berbagi 2,5 tahun lah, karena kita mempunyai kursi yang sama sebanyak 3 kursi,” ujar Nasafi.
Sementara di kubu Fraksi Perjuangan Rakyat yang terdiri dari PDIP dan Hanura juga akan berbagi waktu dalam memimpin fraksinya selama lima tahun ke depan. Dua partai tersebut sama-sama mengantongi dua kursi di parlemen.
“Kerangka fraksi sudah terbentuk, untuk ketua fraksi Perjuangan Rakyat itu Iwan Effendi (PDIP) dan sekretarisnya Mohammad Far Far (Hanura),” ujar jubir Fraksi Perjuangan Rakyat Anto Haryono.
Bahkan, pihaknya menegaskan, untuk kinerjanya selama lima tahun ke depan akan dilakukan pembagian waktu. “Semuanya harus dibagi rata, sekarang yang menjadi ketua dari PDIP. Nah 2,5 tahun lagi dari Hanura. Untuk siapa nantinya yang akan memimpin dari Hanura, nanti masih akan dirapatkan kembali,” terangnya. (MUHLIS/ROS/VEM)