SAMPANG, koranmadura.com – Berbeda dengan fraksi gabungan, sejumlah Partai Politik (Parpol) yang mampu mendirikan fraksi sendiri di parlementer, saat ini sudah ditentukan pimpinan fraksi. Namun juga masih ada yang belum melakukan pembentukan komposisi pimpinan fraksi penempatan ke meja strategis komisi.
Juru bicara Fraksi Golkar, Ubaidillah mengaku hingga saat ini pimpinan fraksi masih belum terbentuk. Namun demikian, empat kader Partai Golkar yang saat ini duduk di parlemen berpeluang menduduki kursi pimpinan fraksi. Namun demikian, pihaknya sudah melakukan rapat internal untuk menyamakan persepsi.
“Kami (fraksi golkar) hanya berempat, semuanya mempunyai peluang yang sama menjadi pimpinan fraksi. Makanya sekarang masih dirapatkan menyamakan persepsi dengan teman-teman. Hasilnya nanti kami komunikasikan ke partai dalam rangka menjalin silaturahmi politik dengan fraksi lainnya. Tapi dalam waktu dekat pasti terbentuk. Tapi yang jelas jika ada kesepakatan di sini, maka nama itu kami masukan begitupula di partai juga memasukan nama. Kalau sudah clear disini selesai, tapi jika belum nanti Partai Golkar Jatim yang akan menentukan dan teman-teman akan menghormati sendirinya keputusan itu,” kata juru bicara Ubaidillah, Kamis, 29 Agustus 2019.
Selanjutnya di kursi komisi, Ubaidillah mengaku sudah melakukan pembagian, dari ke empat kader partai Golkar menurutnya akan ditempatkan di masing-masing komisi.
“Kalau di Komisi sudah dibagi, saya sendiri nanti di komisi I, Faizol Riyadi nanti di komisi III, Pak Djaikun di komisi II dan Moh Zachroni di komisi IV,” jelasnya.
Sementara di kubu fraksi PKB sudah dilakukan pembentukan komposisi struktur fraksi mulai pimpinan fraksi hingga jabatan lainnya. Bahkan pihaknya sebagai partai dengan kursi terbanyak sudah mempunyai target khusus dalam lima tahun ke depan.
“Pimpinan di Fraksi PKB sudah terbentuk, saya sendiri ditunjuk sebagai ketua fraksi. Dan kami sudah menargetkan untuk membantu pemerintahan Sampang agar visi misinya tercapai di semua aspek terlebih soal penggunaan anggaran agar mencukupi untuk segala kebutuhan memajukan sampang hingga dirasakan masyarakat,” ujar Baihaki selaku Ketua Fraksi PKB.
Untuk fraksi NasDem, unsur pimpinan sudah dilakukan pembentukan. Namun untuk jabatan struktur lainnya masih belum terbentuk.
“Sebenarnya saya sudah menjadi ketua fraksi Nasdem, tapi saya masih belum pengalaman di sini sehingga masih butuh masukan dari senior Nasdem. Tapi kami hanya butuh kekompakan dari teman-teman. Untuk wakil pun masih belum terbentuk karena masih dilakukan rapat lebih lanjut,” Ketua Fraksi NasDem, Imam Hanafi.
Ketua Fraksi Gerindra Alan Kaisan menyatakan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Gerinda, struktur fraksi hingga penunjukan wakil pimpinan DPRD sudah turun.
“Untuk pimpinan DPRD, DPP Partai Gerindra mempercayakan kepada Fauzan Adima. sedangkan pimpinan fraksi Gerindra sendiri, Alhamdulilah dan innalillah. Alhamdulillah saya sendiri ditunjuk menjalankan amanah sebagai ketua fraksi dan innalillah karena saya masih baru duduk di parlemen, karena banyak yang lebih senior dari saya,” katanya.
Namun demkian, pihaknya mengatakan telah menyiapkan gagasan dan target jangka pendek diantaranya pembenahan sektor pertanian dan BUMD yang ada di wilayahnya.
“Selama ini kinerja BUMD di Sampang kurang sehat kemudian peningkatan sektor pertanian dengan sistem dan alat modernisasi,” jelasnya.
Lanjut Alan mengatakan, dengan gagasan itu, pihaknya telah mempunyai pandangan siapa saja anggotanya yang akan ditempatkan di meja komisi.
“Soal meja komisi, masih belum ada rapat soal alat kelengkapan dewan, tapi kami sudah ada padangan, anggota lama atau baru yang penting mempunyai kompetensi di bidangnya, karena ini berkaitan dengan kemajuan sampang ke depan,” tegasnya.
Namun sayang, Fraksi Demokrat dan PPP belum bisa dimintai keterangan, dua ruang kerja fraksi tersebut saat hendak dikonfirmasi dalam keadaan kosong.
Sekadar diketahui, Dalam rapat pleno terbuka, KPU menetapkan perolehan kursi parpol hasil pileg 2019 lalu yaitu parpol PKB 7 kursi, PPP 7 kursi, Nasdem 6 kursi, Gerindra 5 kursi, Demokrat 5 kursi, Golkar 4 kursi, PKS 3 kursi, PAN 3 kursi, PDIP 2 kursi, Hanura 2 kursi, PBB 1 kursi. (MUHLIS/ROS/VEM)