BANGKALAN, koranmaduran.com – Warga Dusun Sekarbunguh, Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menolak pembebahasan lahan seluas 8 hektare untuk pembangunan wisata di kawasan kaki Suramadu sisi Madura. Bahkan mereka sempat mengepung gedung DPRD. Bagaimana tanggapan Kepala Desa setempat?
Baca: BPN Bangkalan dan BPWS “Merayu”, Warga Tetap Tolak Pembebasan Lahan di Dusun Sekarbunguh
Kepala Desa Sekolilo Barat, Muhammad Radjman mengibarakan warga Sekarbunguh seperti anak kecil yang tidak mau disuntik, padahal tujuan untuk kesehatan.
“Menghadapi warga itu seperti halnya menghadapi anak kecil, tidak mau disuntik, padahal tujuannya ingin disehatkan,” kata Radjman sapaan akrabnya.
Pihaknya juga menanggapi terkait penolakan yang disampaikan oleh warga sekarbunguh. Menurutnya, tidak semua warga Sekarbunguh menolak pembebasan lahan.
“Ada memang yang menolak ini, tapi ada juga yang menerima karena butuh uang untuk membayar utang, ya kami layani, jika menolak tidak apa-apa,” katanya.
Baca: Pembangunan Wisata di Kaki Suramadu Sisi Madura Ditolak, Warga Sekarbunguh Luruk Kantor Dewan
Ditanya soal pembangunan wisata, Radjman menyatakan sebagai bagian dari pemerintah, pihaknya mendukung program-program dari pemerintah, namun pihaknya mengabaikan keinginan dari warga.
“Karena kepentingan dan program negara maka kami dukung, satu pihak kami dukung kepentingan negara dan satu pihak kami melindugi keinginan warga,” katanya. (MAHMUD ISMAIL/SOE/DIK)