SAMPANG, koranmadura.com – Marsari (60), asal Dusun Sobarih, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di rumahnya.
Kasubag Humas Polres Sampang, Aipda Yoyok YP mengatakan, peristiwa warga gantung diri terjadi pada Kamis, 22 Agustus 2019 sekitar pukul 18.00 wib. Pihaknya menceritakan, peristiwa itu diketahui pertama kali oleh Noriman (65), yang merupakan kakak kandung korban. Saat itu, Noriman melihat rumah korban dalam keadaan gelap.
“Rumah kakak korban masih dekat hanya 20 meter. Kakak korban melihatnya rumah korban dalam keadaan gelap, ketika dipanggil berungkali tidak merespons dan ketika diperiksa ternyata penghuni rumah (korban) ditemukan gantung diri,” ujarnya, Jumat, 23 Agustus 2019.
Lanjut Yoyok mengatakan, Noriman yang mengetahui saudarinya dalam kondisi gantung diri kemudian memberitahukan kepada tetangga sekitar rumah korban untuk menurunkan korban dari tali gantungannya.
“Korban mengakhiri hidupnya dengan seutas tali berwarna putih sepanjang 160 sentimeter. Korban yang mengetahuinya melapor ke kades dan pihak kepolisian setempat,” ujarnya.
Lebih jauh Yoyok menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi, korban sebelumnya pada Rabu, 21 Agustus mendatangi Martabi (50), suami korban yang berada di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Saat sore, korban kemudian pulang kembali ke Sampang, dengan alasan ayam peliharaannya belum di kasih makan.
“Sehari sebelum kejadian, korban pergi menemui suaminya di Pamekasan. Hasil pemeriksaan, luka pada korban berupa bekas tali di bagian lehernya. Sedangkan di bagian tubuh lainnya tidak ditemukan luka atau tanda-tanda bekas penganiayaan. Dan pihak keluarga menolak dilakukan visum karena kejadian ini murni bunuh diri. Bahkan pihak keluarga juga menerima musibah yang dialaminya,” katanya. (MUHLIS/ROS/VEM)