SUMENEP, koranmadura.com – Dalam rangka membantu masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan, dalam memenuhi kebutuhannya terhadap air bersih, Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah mendistribusikan bantuan air bersih ke beberapa desa.
Namun demikian, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, mengakui jika pola pendistribusian air bersih selama ini belum efektif. Dalam artian membutuhkan waktu cukup lama dalam sekali diatribusi.
Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi pihaknya, selama ini masyarakat penerima bantuan air bersih masih menggunakan cara-cara tradisional. Misalnya menggunakan jeriken dan semacamnya.
“Artinya jeriken-jeriken atau semacamnya itu dijejer untuk diisi air bersih bantuan pemerintah. Nah, pola semacam ini dari sisi waktu, saya rasa belum efektif,” ujar mantan Sekretaris Bappeda Sumenep ini.
Dengan pola seperti itu, sambungnya, penyaluran air bersih dalam satu mobil tanki yang berisi air antara lima sapai enam ribu liter bisa menghabiskan waktu antara 1 hingga 1,5 jam. “Jadi kurang efektif,” tambahnya, menegaskan.
Karena ke depan pihaknya akan mengusahakan agar di setiap desa terdampak kekeringan ada semacam tandon penyimpanan sebagai titik distribusi. Sehingga bantuan air bersih itu bisa ditampungdan masyarakat dapat mengambil air dari tandon tersebut.
Dengan begitu, sambungnya, untuk selanjutnya proses pendistribusian air bersih oleh petugas BPBD Sumenep ke desa-desa terdampak kekeringan akan lebih efektif. Tidak memakan waktu terlalu lama.
Sesuai peta rawan bencana kekeringan, di kabupaten paling timur Pulau Madura ini sedikitnya ada 30 desa di 10 kecamatan berpotensi terdampak. Bahkan 24 di antaranya telah mengajukan permohonan air bersih.
Dari 30 desa itu, 11 desa di antranya masuk kategori kering kritis karena jarak sumber air dengan masyarakat sebagai pengguna mencapai 3 kilo meter atau lebih. Sementara sisanya masuk kering langka.
Suatu daerah disebut kering langka jika jarak sumber air dengan masyarakat berada di kisaran 500 meter hingga 3 kilo. Sementata jika di bawah itu, antara 100 sampai 500 meter disebut kering terbatas. FATHOL ALIF/ROS/VEM