BANGKALAN, koranmadura.com – Komisi D, DPRD Bangkalan, Madura, Jawa Timur angkat bicara soal lambannya rehab ruang sekolah menengah pertama (SMP). Komisi D minta Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera menyelesaikan rehab ruang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan mengatakan bahwa terdapat beberapa SMP di Bangkalan yang mendapatkan dana rehab ruang sekolah, namun pengerjaannya terlihat masih lamban.
“Seperti SMP Al Kahfi, Kecamatan Sepuluh yang hanya masih proses pengecoran tiang bawah, sedangkan waktu penyelesaiannya kurang satu bulan,” kata Hasan, sapaan akrabnya, Minggu, 11 Agustus 2019.
Kata Hasan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memeriksa terhadap setiap sekolah yang tidak bisa menyelesaikan pembangunan dengan tapat waktu, serta akan menghitung berapa besar kerugian negara.
“Ketepatan waktu perlu diperhatikan lebih serius lagi, karena BPK secara berkala melihat dan kroscek, bahkan menghitung kerugian negara,” katanya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) SMP, Disdik Bangkalan, Jufri Kora meyakini pembangunan ruang SMP di Bangkalan akan selesai tepat waktu yang sudah ditetapkan, yaitu selama tiga bulan.
“Saya yakin akan selesai tepat waktu walaupun terlihat lambat dalam pengerjaannya,” kata pria yang kerap disapa Jufri ini.
Disinggung terkait rehab SMP Al-kahfi yang sangat lamban, Jufri berdalih karena pembangunan tersebut dimulai dari awal, jadi yang menyebabkan lama itu proses pengecoran.
“Yang lama itu proses pengecoran pondasi dan tiang panjang, karena harus dikeringkan terlebih dahulu, setelah selesai pengecoran, satu minggu selesai untuk pemasangan bata,” dalihnya
Perlu diketahui SMP Al-Kahfi, Kecamatan Sepuluh mendapatkan anggaran Rp. 300.000.000, SMP 2 Negeri Klampis mendapatlan Rp. 207.500.000 dan SMP 2 Tanjung Bumi Rp. 100.000.000. Semua anggaran tersebut bersumber dari DAK. (MAHMUD ISMAIL/SOE/VEM)