BANGKALAN, koranmadura.com – Revitalisasi Pasar tanah merah dengan anggaran Rp 20 miliar yang bersumber dari pemerintah Provinsi Jawa Timur salah satunya adalah untuk bisa mengurangi kemcetan yang terjadi selama ini. Oleh karenanya, butuh konsep pembangunan yang matang dalam pelaksaan revitalisasi ini.
Baca: Dianggarkan Rp 20 Miliar, Revitalisasi Pasar Tanah Merah Ditolak Pedagang
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan, Sutanto, menyampaikan revitalisasi pasar Tanah Merah akan dibangun melalui konsep semi modern dengan menggunakan rangka baja. Tak hanya itu, pembangunan akan dibuat dua lantai, dengan luas 23 meter persegi di lantai paling atas.
“Pembangunannya dengan konsep semi modern, nanti bahannya menggunakan rangka baja, tempatnya tertutup semua sehingga tidak akan kena hujan dan dibawahnya akan dilantai, jadi tidak ada istilah becek-becek,” ungkapnya.
Pembangunan ini, kata Sutanto, akan dimulai dari sisi utara terlebih dahulu, sehingga ketika sisi utara selesai maka penjual di sisi selatan akan digeser ke sisi utara, dan melanjutkan pembangunan di sisi selatan.
“Sementara di tahun ini kami bangun di sisi utara dulu, untuk persiapan pembangunan ini berkelanjutan, sehingga ketika sudah selesai di sisi utara, penjual yang di selatan pindah ke sisi utara,” katanya.
Sedangkan bentuk pembangunannya di sisi selatan, nantinya akan dibentuk seperti huruf U, sedangkan di halaman bisa ditempati sebagai parkir kendaraan.
“Pembangunan kiosnya nanti dibentuk huruf U, tapi bukan untuk tahun ini, kemungkinan tahun depan jika ada angarannya. Sekarang fokus di sisi utara,” katanya.
Baca: Disdag Bangkalan Bantah Ukuran Pembangunan Kios Pasar Tanah Merah Seluas 3×4 M
Selain itu, Sutanto menjelaskan, jarak antara jalan raya dengan pagar berkisaran 3 meter. Tempat itu bisa untuk menurunkan penumpang. Sementara dari pagar menuju ke kios bangunan sekitar 13 meter. Jarak antara bangunan kios dan pagar bisa digunakan untuk parkir.
“Dari Jalan raya itu mundur 3 meter dan diberi pagar, ini untuk dropingnya mobil. dan dari pagar itu mundur lagi 13 meter untuk lahan parkir. Jadi mobil yang ingin parkir langsung masuk ke dalam” katanya.
Selain itu, agar tidak satu arah jalan masuk keluar menuju pasar sapi, maka pihaknya akan membuat dua jalan, sehingga tidak menggukan satu jalan untuk keluar masuknya pasar sapi.
“Untuk menuju pasar sapi ada dua jalan, ada In dan ada out. Masuk dari sisi barat dan keluar sisi timur nanti,” jelasnya.
Pihaknya berharap, dengan pembangunan pasar tanah merah ini bisa mengurangi kemacetan yang sempat menjadi isu nasional. Selain itu, pembangunan pasar tanah merah dengan konsep semi modern ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan.
“Semoga arus lalu lintas akan lancar sehingga tidak berdampak terhadap kabupaten yang lainnya seperti sampang, pamekasan dan sumenep. Dan juga, pembangunan pasar tanah merah ini bisa meningkatkan PAD,” (MAIL/ROS/DIK)