SAMPANG, koranmadura.com – Dugaan keterlibatan tiga oknum polisi dalam sindikat narkoba Sokobanah yang di cap sebagai jaringan internasional turut menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, Tim Satgas Anti Narkoba Polda Jatim mengungkap sindikat Narkoba jaringan itu dan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 50 kg. Tim itu sendiri merupakan gabungan dari tiga Polres, yakni Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Polres Sampang.
Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman, membenarkan bahwa ada tiga anggotanya yang saat ini sedang dimintai keterangan oleh Tim Satgas Anti Narkoba Polda Jatim, terkait permintaan kesaksian saat berada di Sokobanah.
“Ya diambil keterangannya, sampai dimana mengetahui mengenai sindikat narkoba di Sokobanah. Bahkan sama Propam Polda Jatim dilakukan penyidikan dan test urine. Memang ada dua anggota yang positif. Tapi keterlibatannya sampai dimana, kami juga belum tahu, kami sendiri masih mendalami,” ujarnya, Kamis, 1 Agustus 2019.
Namun demikian, dengan tegas pihaknya menyatakan, apabila nantinya hasil penyidikan diketahui ada keterlibatan, tentu pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Maka kami akan proses sesuai dengan perbuatannya. Kami pun tidak serta merta bertindak, karena kami belum tahu hasil pemeriksaannya,” ujarnya.
Lanjut AKBP Budi menyampaikan, pasca penangkapan di wilayah Sokobanah, pihaknya menyatakan kondisi di wilayahnya masih kondusif.
“Tidak ada perlakuan khusus yang lain,” pungkasnya.
Sementara itu, menaggapi maraknya peredaran narkoba, Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengaku kaget setelah terjadi pengungkapan sindikat narkoba dan berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 50 kg. Selain barang bukti, bupati tak habis pikir jika sindikat sabu Sokobanah termasuk jaringan internasional.
“Tentunya kami akan mengajak masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh ulama untuk bersama-sama untuk menanggulangi peredaran narkoba di Sampang,” katanya.
Bahkan ketika disinggunga apakah ada perlakuan khusus di wilayah Sokobanah, Bupati Sampang mengaku pasti akan ada perlakuan khusus. “Pastinya ada, tapi itu rahasia,” ungkapnya.
Sebelumnya, pasca pengungkapan narkoba sindikat sokobanah seberat 50 kg, Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol Hendra Wirawan melalui Kaur Binpun Bid Propam Kompol Asroni Khadafi melakukan test urine keada jajaran polres Sampang yang melibatkan 174 anggota.
Pihak Propam Polda Jatim menyatakan, test urine yang dilakukan karena ada sangkut pautnya terhadap kasus narkoba di wilayah Sokobanah yang melibatkan tiga oknum anggota Polres Sampang yang saat ini diamankan karena positif narkoba.
“Memang ada indikasinya ke sana, tapi ini sebagai upaya deteksi dini. Ternyata hanya oknum-oknum saja yang dinyatakan positif narkoba, termasuk yang sudah diamankan di Polda,” jelasnya.
Tiga oknum polisi dari polres Sampang yang diamankan diantaranya Aipda S dan Brigpol E anggota Polsek Sokobanah dan Brigpol W yang merupakan anggota Polres Sampang. (MUHLIS/ROS/VEM)