SUMENEP, koranmadura.com – Jelang peralihan Bansos Rastra ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, data keluarga penerima manfaat (KPM) belum valid. Peralihan itu direncanakan mulai bulan ini.
Hal itu disampaikan Direktur Penanganan Fakir Miskin Wilayah Tiga Kementerian Sosial (Kemensos), Mangara Simajuntak, di Sumenep usai menyampaikan sosialisasi penyalusan BNPT, Rabu, 4 September 2019.
“Untuk jumlah penerima di Kabupaten Sumenep, di data, yang kami alokasikan 128 ribu sekian KMP. Tapi masih ada selisih sekitar 10 ribu lebih yang belum terpenuhi karena ada persoalan data yang kurang valid,” ujarnya.
Menurut Mangara, dari sekitar 10 ribu lebih KPM itu sebagian tidak bisa dibukakan rekening. Sebagian lainnya gagal setting wallet. Karena itu pihaknya minta kepada Pemkab Sumenep agar segera memperbaiki data itu.
Mangara menegaskan, jatah untuk 10 ribu lebih KPM BPNT itu bukan berarti tidak bisa disalurkan. Jatah tersebut tetap akan disalurkan dengan catatan, datanya sudah divalidasi agar bisa buka rekening dan setting wallet.
“Kalau sudah diperbaiki, itu bisa disalurkan. Tinggal sekarang, kapan Pemkab akan memperbaikinya. Itu saja. Kalau sudah diperbaiki sangat bisa (disalurkan),” tegasnya.
Dengan adanya peralihan ini, nantinya KPM tidak lagi menerima bantuan dalam bentuk beras. Tapi uang yang langsung dikirim ke rekening masing-masing. Nominalnya Rp 110 ribu per bulan. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)